Info Kesehatan
Simak 7 Penyakit Akibat Tikus, Bahaya Komplikasi hingga Kematian
Bukan cuma karena sering masuk rumah dan merusak barang-barang, hewan pengerat ini juga bisa menjadi sumber berbagai penyakit.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tikus memang sering membawa masalah bagi kehidupan manusia.
Bukan cuma karena sering masuk rumah dan merusak barang-barang, hewan pengerat ini juga bisa menjadi sumber berbagai penyakit.
Penyakit yang ditularkan tikus dapat menimbulkan gejala yang amat mengganggu, bahkan dapat berujung pada terjadinya komplikasi mematikan.
Di negara kita sendiri, setidaknya ada tiga jenis tikus yang biasanya berkeliaran di sekitar rumah.
Mulai dari tikus got (Rattus norvegicus), tikus rumah atau tikus atap (Rattus rattus), hingga mencit rumah (mus musculus).
Ingat, jangan main-main dengan hewan pengerat ini, alasannya simpel, tikus bisa menyebabkan banyak penyakit yang berujung fatal bahkan kematian.
Dilansir dari laman kesehatan alodokter.com, berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat disebabkan oleh tikus:
1. Alergi dan asma
Kotoran tikus bisa menjadi alergen yang dapat memicu reaksi alergi dan asma. Hal ini dapat terjadi khususnya pada anak-anak atau bayi yang sering merangkak atau bermain di lantai yang telah terkontaminasi. Oleh karena itu, penting untuk mengusir tikus agar mengurangi risiko anak-anak atau bayi terkena penyakit akibat kotoran tikus.
2. Salmonellosis atau infeksi bakteri Salmonella
Selain disebabkan oleh makanan yang tidak diolah dengan baik, bakteri Salmonella juga dapat ditularkan melalui hewan dan salah satunya adalah tikus. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala berupa mual, muntah, diare, sakit perut, demam, menggigil, sakit kepala, atau buang air besar berdarah.
3. Leptospirosis
Tidak mengusir tikus juga bisa menyebabkan leptospirosis. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Leptospira dengan perantara hewan, seperti tikus. Leptospirosis juga dapat menimbulkan gejala ringan, seperti sakit kepala, demam, kehilangan nafsu makan, menggigil, dan nyeri otot.
Namun, ada pula gejala yang parah dan bisa mengancam nyawa, seperti batuk darah, nyeri dada, penyakit kuning, pembengkakan tangan atau kaki, dan sesak napas.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi yang fatal dan berdampak pada kerusakan ginjal hingga sepsis.
4. Virus hanta
Penyakit ini disebabkan virus hanta atau hantavirus. Virus hanta dapat menimbulkan gejala awal berupa demam, kelelahan, nyeri otot, menggigil, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, atau sakit perut. Setelah beberapa hari, Anda akan mengalami batuk dan sesak napas.
Bila tidak segera ditangani, penderita hantavirus dapat mengalami gangguan fungsi paru-paru dan kerusakan ginjal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Sampah-benteng.jpg)