Beasiswa Pertamina
Pertamina Berikan Beasiswa tuk 520 Mahasiswa di Tanah Air, Termasuk Maluku
Dari ratusan mahasiswa itu, 14 di antaranya berasal dari Maluku, yakni Universitas Pattimura.
TRIBUNAMBON.COM – PT Pertamina (Persero) memberikan beasiswa kepada 520 mahasiswa yang tersebar di Sumatera hingga Papua.
Beasiswa itu diberikan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam bidang pendidikan yakni Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi.
Dari ratusan mahasiswa itu, 14 di antaranya berasal dari Maluku, yakni Universitas Pattimura.
Dengan terlaksananya program tersebut, Pertamina berupaya mendukung pembangunan manusia dan lingkungan hidup dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Erry Sugiharto selaku Direktur SDM PT Pertamina Foundation (Persero) menyambut antusias para penerima Beasiswa Pertamina Sobat Bumi yang saat ini sudah memasuki angkatan ke-11.
“Saya menyapa 520 generasi masa depan bangsa yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Selamat datang di kapal besar Sobat Bumi Indonesia. Beasiswa ini menjadi bukti bahwa Pertamina turut berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi muda yang unggul dan berwawasan lingkungan guna menghadapi tantangan di masa depan, khususnya masa transisi energi dan bonus demografi,” sambut Erry.
Sejak tahun 2011, beasiswa ini secara profesional dilaksanakan oleh Pertamina Foundation.
Dengan terjadinya peningkatan kuota penerima beasiswa dalam lima tahun terakhir.
Baca juga: Peduli Stunting, PWP Bersama CSR Pertamina Patra Papua Maluku Berbagi Sembako dan Vitamin
Sebelumnya, pada tahun 2020 kuota penerima berjumlah 285 mahasiswa, 2021 berjumlah 381 mahasiswa, 2022 berjumlah 420 mahasiswa, dan tahun 2023 berjumlah 465 mahasiswa.
Seleksi berlangsung secara ketat dan dinilai melalui sistem perangkingan sejak dari tahapan administrasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) hingga terpilih penerima beasiswa.
Dari tahapan seleksi tersebut, tahap FGD menjadi yang berkesan bagi para peserta, di mana mahasiswa ditantang untuk mencari solusi bersama terhadap studi kasus yang berisi permasalahan dan potensi suatu desa dengan konsep program TJSL unggulan Pertamina, Desa Energi Berdikari (DEB).
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan bahwa pemahaman DEB diterapkan pada tahap seleksi karena mereka akan menjadi inisiator Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) ketika terpilih menjadi penerima.
“Ketika terpilih menjadi penerima beasiswa, mereka bersama dosen, akademisi atau praktisi perguruan tingginya diwajibkan untuk membina satu desa dan menginstalasi energi terbarukan yang dapat mendorong perekonomian masyarakat. Tahun lalu, terdapat 24 Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) yang berhasil membawa manfaat keberlanjutan bagi masyarakat, added value bagi penerima beasiswa, dan laboratorium bagi perguruan tinggi. Tahun ini, mereka akan meneruskan pengembangan DEB SoBI yang sebelumnya dan harapannya bisa menciptakan yang baru, targetnya 16 desa. Selain DEB, kami juga akan mencoba mengenalkan mereka dengan program TJSL di bidang lingkungan lainnya, yakni Hutan Pertamina dan konservasi flora fauna endemik,” ujar Agus.
Selain itu, Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi juga selaras dengan pencapaian poin Sustainability Development Goal ke-4, yakni pendidikan yang berkualitas dan poin ke-13, yakni penanganan perubahan iklim.
Edi Mangun selaku Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mendukung atas diselenggarakan program beasiswa tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.