Kamis, 21 Mei 2026

Polemik Paskibraka Putri Lepas Hijab

Paskibraka Putri Harus Lepas Hijab saat Upacara HUT ke-79 RI? Istana: Tergantung Pembina

Istana melalui Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan tak ingin ikut campur soal penggunaan hijab Paskibraka Putri 2024 saat upacara HUT Ke-79 RI.

Tayang:
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara simbolis mengukuhkan Paskibraka Nasional 2024 kepada Violetha Agryka Sianturi mewakili rekan-rekannya, di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN) - Daftar nama-nama Paskibraka Nasional 2024 yang telah dikukuhkan Presiden Jokowi hari ini, Selasa (13/8/2024), untuk Upacara HUT ke-79 RI di IKN. 

TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah pihak mempertanyakan apakah Paskibraka Putri 2024 juga harus melepas hijab saat Upacara HUT Ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 mendatang.

Hal ini lantaran sebanyak 18 Paskibraka putri juga melepas hijab mereka saat pengukuhan anggota Paskibraka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa 13 Agustus 2024 lalu. 

Istana melalui Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan tak ingin ikut campur soal penggunaan hijab Paskibraka Putri 2024 saat upacara HUT Ke-79 RI.

Menurut Moeldoko, pemakaian hijab tergantung dari pembina Paskibraka.

Namun ia yakin akan ada solusi atas polemik tersebut.

Baca juga: Tuntaskan Sesi Latihan, Paskibraka Kabupaten Maluku Tengah Gladi Bersih  

Baca juga: Rudapaksa Anak Tiri, Keluarga Minta Bripka JS Dipecat

"Oh saya tidak terlibat di situ ya nanti kita mesti tergantung bagaimana ada pembinanya di situ, nanti pasti akan mencari solusi yang terbaik," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, (15/8/2024).

Moeldoko mengatakan Presiden Jokowi hanya menekankan agar menghormati keyakinan dari para Paskibraka.

"Kalau dari pak presiden adalah bagaimana upaya kita untuk menghormati keyakinan dari para peserta, saya pikir itu yang perlu dipikirkan," tambahnya.

Diketahui, sebanyak 18 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) putri nasional 2024 melepas jilbab saat pengukuhan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ibu Kota Nusatara (IKN) pada Selasa (13/8/2024).

Karena hal tersebut, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kemudian menuai banyak kritik.

Awalnya Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa tidak ada paksaan untuk melepas jilbab saat pengukuhan tersebut.

Ia mengatakan para Paskibraka putri itu secara sukarela melepas jilbab mereka karena mengikuti peraturan yang ada.

"Penampilan Paskibraka putri dengan mengenakan pakaian, atribut dan sikap tampang sebagaimana terlihat pada saat pelaksanaan tugas kenegaraan yaitu Pengukuhan Paskibraka adalah kesukarelaan mereka dalam rangka mematuhi peraturan yang ada," kata Yudian.

Namun, karena kabar soal Paskibraka tersebut makin membuat heboh publik, Yudian menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ia juga berterima kasih atas atensi yang sudah diberikan masyarakat mengenai pemberitaan tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved