Senin, 27 April 2026

HUT Pramuka ke 63

Pramuka Kwarcab Maluku Tengah Gelar Upacara HUT Pramuka ke-63

Pramuka Kwarcab Kabupaten Maluku Tengah menggelar upacara HUT Pramuka ke-63, di Lapangan Upacara Kantor Bupati setempat, Rabu (14/8/2024).

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Tanita Pattiasina
Lukman Mukadar
Sekda Maluku Tengah, Jauhari Tuarita saat menjadi Inspektur Upacara HUT Pramuka ke-63 di Masohi, Rabu (14/8/2024). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Maluku Tengah menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-63.

Upacara HUT Pramuka dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah, Jauhari Tuarita dan berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati setempat, Rabu (14/8/2024).

Abdul Rahawarin, Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Maluku Tengah mengatakan, setiap tahunnya ada tema berbeda yang diusung.

Untuk tahun ini, berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 104 Tahun 2024 tentang Tema dan Logo 63 Tahun Gerakan Pramuka mengusung tema, "Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI".

"Tema kita secara nasional itu Berjiwa Pancasila Penjaga NKRI," singkat Rahawarin di sela Upacara.

Baca juga: Matangkan Kesiapan, Paskibraka Maluku Tengah Mulai Latihan Gabungan di Lapangan Nusantara

Baca juga: Pilkada 2024, Jumlah Pemilih Maluku Tengah Turun, Berkurang 4000 Orang

Lanjut, tema tersebut sudah mestinya diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pasalnya, semgat nasionalisme generasi muda semakin terkikis seiring majunya perkembangan dan oemgaruh teknologi seperti saat ini.

"Tema ini sudah harusnya kita ejawantahkan dalam kehidupan keseharian kita. Karena melihat kemajuan teknologi hari ini, dekadensi moral, perilaku generasi kita sudah mulai surut," sebutnya.

Dijelaskan, Pramuka menjadi tonggak terdepan untuk menjadi pelopor bagaimana menjiwai nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

Dimana, pramuka sebagai perekat persatuan generasi muda yang hari ini jiwa dan nasionalisnya sudah berlaku.

"Euforia otonomi daerah, euforia fanatik daerah sudah begitu menguat hari ini. Semangat pramuka hari ini untuk bagaimana yang tadi kita bila sudah tidak punya semangat nasionalisme yang kurang itu kita wujudkan hari ini sudah harus menjadi pemersatu," cetusnya.

Guna meningkatkan kapasitas kapabilitas pramuka di daerah ini. Pasalnya sampai hari ini, baru 40 persen organisasi pramuka dari yang seharusnya.

"Kita di Maluku Tengah baru 237 Dudep, harusnya itu 667 Gudep, artinya baru 40 persen," sebutnya.

Persebtase ini mengisyaratkan bahwa perkembangan dan minat generasi kita untuk kepramukaan semakin menurun.

Untuk itu Rahawarin menegaskan pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan proses pendidian kepramukaan.

"Kita dalam menata gugus depan yang ada di kabupaten kita, kita berupaya untuk lebih giat lagi. Peningkatan proses pendidikan keperamukaan kita yang selama ini kita bina semakin ditingkatkan," jelasnya.

Selain generasi muda, direncanakan untuk juga untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas orang dewasa.

"Lalu kemudian kita juga memulai dengan peningkatan kapasitas orang dewasa, bapa ibu guru kita, kita bimbing untuk memiliki kualifikasi minimal telah memiliki ijazah kursus mahir dasar. Untuk kemudian nanti para pembina ini dapat mebgeluarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada generasi kita yang akan datang," pungkasnya.

Diinformasikan bahwa Upacara tersebut dihadiri, Kapolres Maluku Tengah dan Dandim 1502/Masohi serta Ketua Pengadilan Agama Masohi dan sejumlah Kepala Dinas Lingkup Pemda Maluku Tengah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved