Benarkah Smelter Nikel di Pulau Obi Menjadi Berkah bagi Indonesia?

Tim redaksi Tribunnews berkesempatan mengunjungi smelter Harita Nickel di Pulau Obi untuk menelusuri proses hilirisasi nikel.

Penulis: Yosephin Pasaribu | Editor: Anniza Kemala
Dok. Harita Nickel
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) atau Harita Nickel berkontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, khususnya di Halmahera Selatan, Maluku Utara. 

TRIBUNAMBON.COM - Di tengah maraknya produksi otomotif berbasis listrik atau EV (electric vehicle), nikel menjadi komoditas tambang yang paling dicari di seluruh dunia. 

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi perekonomian negara-negara penghasil nikel terbesar di dunia, salah satunya Indonesia. Guna memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah Indonesia kini gencar mendorong hilirisasi sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, angka produksi bijih nikel sepanjang tahun 2023 meningkat signifikan dengan total produksi bijih nikel tercatat mencapai 193,5 juta ton. Angka tersebut tercatat naik pesat dari capaian produksi tahun 2022 yang sebanyak 106,3 juta ton.

Diperkirakan, produksi bijih nikel akan meningkat sekitar 5-10 persen pada tahun 2024 seiring dengan beroperasinya sejumlah smelter baru.

Meskipun dinilai berpotensi menguntungkan bagi perekonomian Indonesia, keberadaan tambang nikel kerap ditentang dan dianggap sebagai ancaman serius di masa depan. Hadirnya industri pengolahan dan pemurnian nikel pun dinilai melanggar aturan terkait lingkungan dan berpotensi mengancam biota laut.

Baca juga: Mengenal Pengolahan Nikel Kelas Dunia Milik Harita di Pulau Obi

Hilirisasi nikel di Pulau Obi

Pulau Obi di Halmahera Selatan menjadi lokasi strategis dalam pengembangan smelter nikel di Indonesia. Bagaimana tidak, pulau yang terletak di Maluku Utara ini memiliki cadangan nikel yang melimpah.

Di sinilah, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) atau dikenal dengan Harita Nickel berkontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara khususnya Halmahera Selatan.

Menurut Aidil Adha, yang pernah menjabat sebagai Kepala BPS Maluku Utara periode 2021-2024, keberadaan perusahaan tambang seperti Harita Nickel sangat berpengaruh terhadap perekonomian daerah.

Hal itu terlihat dari jumlah ekspor nikel di Halmahera Selatan pada tahun 2024 sebesar 4,6 juta ton. Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan total ekspor nikel pada tahun 2022 yang hanya 2,9 juta ton.

Dalam menjalankan hilirisasinya, Harita Nickel membangun pabrik peleburan bijih nikel (smelter) yang menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan High Pressure Acid Leaching (HPAL). Adapun produk yang dihasilkan berupa bauran nikel dan kobalt, yaitu Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan turunannya.

Bijih nikel berkadar rendah maupun tinggi yang diolah dan dimurnikan oleh Harita Nickel ini berhasil diekspor ke berbagai negara dalam sejumlah produk hilirisasi, mulai dari feronikel, MHP, hingga nikel sulfat dan kobalt sulfat.

Dengan adanya aktivitas ekspor, hilirisasi nikel dianggap berhasil meningkatkan devisa negara sekaligus memperkuat posisi Tanah Air di pasar global sebagai salah satu produsen nikel terbesar.

Hal itu senada dengan pernyataan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Yan Sibarang Tandiele yang mengungkap bahwa hilirisasi sangat berkontribusi terhadap perkembangan ekspor Indonesia, terutama di pertumbuhan industri khususnya sektor logam.

Baca juga: Hilirisasi Nikel, Inovasi dari Anak Bangsa untuk Kemajuan dan Keberlanjutan Ekonomi di Pulau Obi

Di sisi lain, hadirnya Harita Nickel di Pulau Obi turut berkontribusi dalam membawa pemerataan pembangunan yang tak lagi berpusat di Pulau Jawa, merekrut sebanyak 16.327 tenaga kerja lokal, serta mengadakan sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung operasional agar dapat berjalan secara berkelanjutan, konsisten, dan berdampak positif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved