Maluku Legend
Oma Merry Legendnya Rujak Natsepa: Sudah Jualan Sejak 1987
Lapak milik Merry Suitella Maatita salah satunya, terhitung sudah 37 tahun berjualan di kawasan wisata pantai pasir putih itu.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jika ditanya rujak terenak di Kota Ambon ?, 9 dari 10 orang pasti akan menyebut Rujak Natsepa.
Nikmatnya seporsi Rujak Natsepa memang selalu mengajak tuk kembali.
Tak heran, jejeran lapak tetap buka meski bukan di akhir pekan.
Lapak milik Merry Suitella Maatita salah satunya, terhitung sudah 37 tahun berjualan di kawasan wisata pantai pasir putih itu.
Tahun ini, Oma Merry menginjak umur 70 tahun.
Meski jauh dari muda, perempuan kelahiran 4 Februari 1954 itu hingga kini masih melayani pembeli.

Baca juga: Jejak Sejarah Sekolah Tertua di Banda Neira: Ada Sejak Zaman Penjajahan
Mengupas, memotong, hingga mengulek semua bahan dengan cobek berbahan batu masih dilakukannya sendiri.
Oleh pelanggannya, Oma Merry pun kerap disebut sebagai legendnya Rujak Natsepa.
Ditemui di lapaknya, Oma Merry mengakui bahwa dia yang paling tua dan lama berjualan Rujak Natsepa.
“Kalau saya sendiri sudah jualan sejak tahun 1987. Jadi kalau mau dibilang saya yang paling tua dan yang paling lama berjualan,” kata Oma Merry.
Baca juga: Ini Nasi Pulut Legend di Kota Ambon, Jualan Sejak Harga Masih 100 Perak
Dikisahkan, sejak dulu awal-awal pertama berjualan, belum banyak penjual seperti sekarang ini.
Teman-teman sebayanya yang sejak dulu bersama-sama jualan semuanya sekarang sudah tidak ada lagi.
Ada yang sudah meninggal, ada pula yang sudah mewariskan resepnya ke anak-anak untuk melanjutkan usaha.
Menurut Oma Merry, untuk bertahan dengan usaha kuliner yang ditekuni selama berpuluh-puluh tahun ini tidak lah mudah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.