Bedak Tabur Picu Kanker
WHO Keluarkan Peringatan: Sebut Bedak Tabur Bisa Picu Kanker, Ini Penjelasannya
Dalam laporan terkini, WHO menyebut mengenai bedak tabur bisa menyebabkan kanker pada manusia.
TRIBUNAMBON.COM -- Badan Penelitian Kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan terbaru terkait penggunaan bedak tabur.
Dalam laporan terkini, WHO menyebut mengenai bedak tabur bisa menyebabkan kanker pada manusia.
Bedak tabur diduga secara tidak sadar telah terkontaminasi dengan asbes.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan bedak tabur alami memiliki sifat karsinogenik bagi manusia (Kelompok 2A).
Baca juga: Sebanyak 6.056 Rekening Terindikasi Judi Online Diblokir Perbankan
Baca juga: Janji Kemendikbud Ristek Pastikan Layanan KIP Kuliah Pulih 29 Juli 2024 Pasca-Serangan Ransomware
Hal itu berdasarkan bukti terbatas mengenai kanker ovarium bahwa hewan percobaan yang ditabur bedak bisa mengidap kanker, dan bukti mekanistik yang kuat dengan sifat karsinogenik yang ditemukan dalam sel manusia.
Hal ini mendukung temuan penelitian besar yang diterbitkan pada bulan Mei lalu, yang menemukan bahwa penggunaan bedak tabur pada alat kelamin wanita dikaitkan dengan risiko kanker ovarium yang lebih besar.
“Ada banyak penelitian yang secara konsisten menunjukkan peningkatan kejadian kanker ovarium pada manusia yang melaporkan sendiri penggunaan bedak tabur di daerah perineum,” tulis laporan IARC dikutip dari New Atlas, Selasa (9/7/2024).
“Meskipun evaluasi terfokus pada talk(bedak tabur) yang tidak mengandung asbes, kontaminasi talk(bedak tabur) dengan asbes tidak dapat dikesampingkan dalam sebagian besar penelitian terhadap manusia yang terpapar," tambah laporan WHO.
Peningkatan angka kanker ovarium juga diamati dalam penelitian yang mengamati paparan kerja perempuan yang terpapar talk(bedak tabur) di industri pulp dan kertas.
Badan tersebut menemukan tingkat neoplasma ganas yang lebih tinggi pada tikus betina (medulla adrenal dan kanker paru-paru) dan neoplasma jinak dan ganas pada tikus jantan (medula adrenal).
Selain itu, dampak talk(bedak tabur) pada sel menunjukkan bukti kuat bahwa talk(bedak tabur) menyebabkan peradangan kronis dan mengubah pertumbuhan dan kematian sel.
Hal tersebut terjadi hanya sebulan setelah Johnson & Johnson setuju untuk membayar US$700 juta dalam gugatan class action besar-besaran yang menuduh perusahaan tersebut menipu pelanggan tentang keamanan bedak bayi terkenal dan produk bedak talk lainnya.
Namun, laporan IARC menyoroti keterbatasannya sebab temuan ini bergantung pada pelaporan dan observasi mandiri, bukan pengujian, dan badan tersebut mengakui bahwa mereka tidak dapat menyatakan secara pasti bahwa talk(bedak tabur) menyebabkan kanker.
“Selain itu, bias mengenai bagaimana penggunaan talk dilaporkan dalam studi epidemiologi tidak dapat dikesampingkan dengan keyakinan yang masuk akal,” pernyataan tersebut memperingatkan. Akibatnya, peran talk sebagai penyebab tidak dapat diketahui sepenuhnya," tulis IARC.
Mineral alami yang terdiri dari magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen, talk telah digunakan dalam produk perawatan kulit sejak tahun 1800-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/WHO.jpg)