Senin, 11 Mei 2026

Kesehatan

Dengan Metode Laparoskopi, Perempuan Bisa Cepat Kembali Beraktifitas Pasca Operasi Tumor Kandungan

Kini perempuan tak perlu lagi takut menjalani sebuah pengobatan atau tindakan operasi dikarenakan waktu pemulihannya yang dirasa cukup memakan waktu

Tayang: | Diperbarui:
ist
Dengan Metode Laparoskopi, Perempuan Bisa Cepat Kembali Beraktifitas Pasca Operasi Tumor Kandungan 

TRIBUNAMBON.COM --  Kini perempuan tak perlu lagi takut menjalani sebuah pengobatan atau tindakan operasi dikarenakan waktu pemulihannya yang dirasa cukup memakan waktu yang lama.

Terlebih bagi perempuan yang menderita tumor atau gangguan kandungan.

Tak ada lagi luka jahitan hingga lebih dari 10 sentimeter dan tak membutuhkan waktu lama untuk pemulihan.

Pasalnya dunia kedokteran telah menemukan sebuah metode yaitu dengan Laparoskopi sebagai jawaban untuk ketakutan para perempuan yang ingin menangani permasalahan tumor atau gangguan pada kandungan.

Laparoskopi sendiri merupakan suatu prosedur bedah minimal invasif dengan menggunakan alat yang bernama laparoskop. Laparoskop sendiri merupakan alat yang berbentuk tabung kecil yang memiliki kamera dan cahaya di ujungnya.

Teknologi tersebut yang berhasil membuat dokter dapat melihat perut dan panggul bagian dalam tanpa perlu membuat sayatan yang besar.

Dijelaskan dr. Robert Hunan, Sp.OG, D.MAS, F.MIS selaku Dokter Obstetri dan Ginekologi Mayapada Hospital Surabaya, laparoskopi memiliki 5 keunggulan dibanding open surgery atau bedah konvensional.

Yang pertama, waktu penyembuhan luka yang lebih singkat.

Yang kedua, nyeri pasca operasi jauh lebih sedikit. Sangat jarang saya memberi anti nyeri pasca operasi laparoskopi.

“Yang ketiga, luka operasi sangat minimal, bahkan tidak kelihatan, bayangkan hanya garis 0,5 sentimeter saja. Dengan luka operasi minimal, tentu yang ke empat adalah risiko infeksi jauh lebih sedikit, termasuk yang kelima, risiko pelekatan juga minimal. Sedangkan risiko operasi laparoskopi relatif lebih kecil dibanding open surgery,” ucap dr. Robert Hunan, Sp.OG, D.MAS, F.MIS.

Pada umumnya lanjutnya, setelah melakukan prosedur ini pasien akan dirawat selama satu hingga tiga hari tergantung dari jenis operasi yang dilakukan dan kemampuan pemulihan masing masing pasien.

Bahkan katanya, beberapa tindakan sederhana dapat dilakukan dengan one day surgery / tanpa rawat inap.

Salah satu dokter yang berpraktek di Mayapada Hospital Surabaya yang sudah ahli melakukan tindakan Laparoskopi, dr. Robert Hunan, Sp.OG, D.MAS, F.MIS juga menjelaskan, laparoskopi sendiri sebenarnya bukan teknik yang baru, karena sejak tahun 1980 sudah mulai dikembangkan di Amerika Serikat, kemudian di Singapura sendiri sudah dimulai sejak 1990-an.”

Sementara di Indonesia, laparoskopi operatif untuk tujuan infertilitas sudah dimulai sejak tahun 1991. Kemajuannya berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi instrumen atau peralatan bedah.

Laparoskopi juga merupakan salah satu metode yang berhasil membuat para dokter dapat melakukan tindakan dengan lebih cepat dan akurat. Tidak perlu lagi adanya ketakutan pada para pasien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved