Kamis, 23 April 2026

Hari Kebangkitan Nasional

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Setiap 20 Mei

Sejarah peringatan Hari Kebangkitan Nasional pertama kali dilakukan pada era Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan di Yogy

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kompas.com
Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati bangsa Indonesia pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. 

4. dr. Cipto Mangunkusumo

Sosok dr. Cipto Mangunkusumo dikenal sebagai satu dari Tiga Serangkai pendiri Indische Partij.

Ia diberhentikan dari tugasnya sebagai dokter pemerintah Belanda karena berani mengkritik keras Belanda melalui tulisan-tulisannya di sejumlah surat kabar.

Pertemuannya dengan Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara melahirkan sebuah organisasi yang dikenal dengan nama Indische Partij.

5. Douwes Dekker

Ernest Francois Eugene (E.F.E) Douwes Dekker atau yang lebih dikenal sebagai Dr. Danudirja Setiabudi adalah seorang tokoh keturunan Indonesia-Eropa yang menjadi salah satu pendiri Indische Partij.

Douwes Dekker juga diketahui sempat menjadi penasehat Presiden Sukarno saat di Yogyakarta serta menjadi Menteri Negara dalam Kabinet Sjahrir III.

6. Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara atau Soewardi Soerjaningrat juga menjadi satu dari Tiga Serangkai pendiri Indische Partij.

Ia dikenal aktif menuliskan gagasan dan kritik keras kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Kritik Ki Hajar Dewantara yang terkenal salah satunya adalah tulisan yang berjudul Als ik een Nederlander was, yang artinya "Seandaianya Saya Seorang Belanda".

Tulisan Ki Hajar Dewantara lainnya bertajuk Een voor Allen maar Ook Aleen Een, yang artinya "Satu untuk Semua, Tapi Semua untuk Satu Juga".

Makna Hari Kebangkitan Nasional Setelah mengetahui sejarah, latar belakang, serta tokoh yang terkait dengan Hari Kebangkitan Nasional, tentunya perlu dipahami alasan perayaan ini dilakukan setiap tahun.

Salah satu alasan perayaan Hari Kebangkitan Nasional ada pada makna yang ada di baliknya.

Tidak hanya menjadi momen untuk mengingat jasa para pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional juga dimaknai sebagai momen untuk meneruskan semangat mereka.

Bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan, serta kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi perlu untuk terus dikobarkan.

Sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia, sejarah perayaan Hari Kebangkitan Nasional harus dipelajari, dipahami, yang kedepannya harus bisa dijadikan inspirasi dalam membangun serta mewujudkan cita-cita hidup berbangsa.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved