PLTS Pulau Tiga

Peresmian PLTS Pulau Tiga Diharapkan Jadi Pusat Pembelajaran Terkait Energi Terbarukan di Maluku

Manager Program  New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMates), Safitri Yanti Baharudin menyatakan, salah satu tujuan utama program

|
Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Adjeng Hatalea
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mikrogrid 75 kWp Pulau Tiga diharapkan akan menjadi pusat pembelajaran terkait Energi Baru Terbarukan (EBT). 

TRIBUNAMBON.COM - Peresmian proyek revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mikrogrid 75 kWp Pulau Tiga diharapkan akan menjadi pusat pembelajaran terkait Energi Baru Terbarukan (EBT).

Manager Program  New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMates), Safitri Yanti Baharudin menyatakan, salah satu tujuan utama program ini, yakni menerapkan EBT di semua sektor.

Untuk itu, dalam hal pembangunan kapasitas dan pengetahuan tentang EBT ini juga dapat dimanfaatkan, baik bagi petugas PLN, mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya.

"Ketika pengetahuan tentang energi terbarukan diperkuat, maka penerapan energi terbarukan di semua sektor di Provinsi Maluku akan dengan mudah tercapai. Salah satu tujuan utama NZMates adalah mendukung proses Ini," ujar Safitri, Senin (13/5/2024).

Seperti yang diketahui, PLTS Pulau Tiga ini berlokasi di Dusun Nusa Ela, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Proyek renovasi yang dilaksanakan berdasarkan kerja sama antara Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), PLN dan Pemerintah Selandia Baru.

Fase konstruksi dari proses inovasi berlangsung selama 6 bulan, yakni sejak November 2023 hingga Mei 2024.

13/5/2024 - PLTS lagi
PLTS Mikrogrid 75 kWp Pulau Tiga

NZMates mengawasi seluruh proses tersebut yang dimulai dengan survei lokasi, studi kelayakan, persetujuan pendanaan, serta tender penunjukan dan pengawasan kontraktor Engineering, Procurement, Construction (EPC) untuk melaksanakan renovasi sistem PLTS Pulau Tiga.

"Hal ini kami kerjakan dengan dukungan desain teknis, konstruksi, dan inpeksi dari NZMates," sambungnya.

Adapun total dana untuk program revitalisasi ini mencapai Rp. 6.039.799.358, sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi Maluku.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pengangkutan bahan bakar fosil secara terus-menerus ke lokasi terpencil dan berkontribusi pada mitigasi emisi gas rumah kaca Indonesia secara keseluruhan.

"Ke depan NZMates itu akan terus mendukung keberlangsungan sistem pembangkit listrik tenaga surya Pulau Tiga dalam beberapa cara. Ini termasuk memberikan pelatihan dan menyusun panduan operasi dan pemeliharaan untuk staf PLN untuk mendukung koperasi berkelanjutan mikrogrid," lanjutnya.

Secara lebih luas NZMates mendukung PLN dalam meningkatkan prosedur dan alat manajemen aset.

Baca juga: PLTS Pulau Tiga Resmi Beroperasi, Masyarakat Akhirnya Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Selain itu sistem pembangkit listrik tenaga surya mikrogrid ini akan berfungsi sebagai model yang dapat diandalkan untuk pulau-pulau terpencil lainnya di Provinsi Maluku yang memerlukan sistem pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber energi.

Sementara itu, Senior Manager Pembangkitan PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Nyoman Satriadi Rai mengajak masyarakat setempat agar bisa sama-sama menjaga instalasi PLTS Pulau Tiga ini.

"PLTS ini butuh sinar matahari. Jadi, kalau ada pohon yang menghalangi infrastruktur ini, mohon ditebang," ajak Nyoman.

Adapun PLTS Pulau Tiga ini  menjadi satu-satunya sistem hibrida yang beroperasi di Provinsi Maluku menggunakan teknologi canggih solar PV-Baterai-Diesel Genset dilengkapi dengan pemantauan jarak jauh.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved