Selasa, 12 Mei 2026

Kesehatan

Dokter Bantah Minum Air di Malam Hari Bisa Merusak Ginjal

Dokter membantah kabar minum air saat malam hari dapat merusak ginjal dan mengganggu tidur.

Tayang:
Tribunnews/kaamkinews.com
Minum Air Putih. 

TRIBUNAMBON.COM - Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal dan hipertensi RSCM Pringgodigdo Nugroho membantah kabar minum air saat malam dapat merusak ginjal.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat atas informasi di media sosial yang menyebut manusia dilarang minum saat malam hari karena dianggap bisa merusak ginjal.

Informasi tersebut beredar lewat sebuah unggahan yang dibagikan oleh akun media sosial X (Twitter) @tanyarlfes, Kamis (2/5/2024).

"GUYS KATANYA KALO MALEM JANGAN MINUM. BISA RUSAK GINJALNYA KARNA WAKTUNYA ISTIRAHAT. TERUS KALO HAUS BANGET GIMANA? AMIT2 KEZELEK PAS BOBOQ, yg lebih paham, ini beneran gak sih? apa aku yg doyan minum ini sdg dipermainkan?" bunyi unggahan itu. Unggahan itu pun menuai respons beragam dari warganet.

Dokter Nugroho membantah minum saat malam hari dapat merusak ginjal dan mengganggu tidur.

"Tidak benar," bantah Pringgo dikutip dari Kompas.com, Minggu (5/5/2024).

Baca juga: Hal Penting yang Perlu Disiapkan Jemaah Haji Lansia agar Maksimal Ibadah di Tanah Suci

Baca juga: Mendag Tegaskan Rumah Potong Wajib Miliki Sertifikasi Halal, Paling Lambat Oktober 2024

Dokter Nugroho menjelaskan manfaat minum air bagi ginjal tetap sama, tak bergantung waktu diminum.

Baik diminum pada siang maupun malam hari. 

Dia menambahkan, hal tersebut juga berlaku bagi semua jenis cairan, baik air putih, air berperasa, maupun air berwarna.

"Sama saja fungsi atau manfaat minum atau cairan yang diminum di malam dan siang hari. Engga ada perbedaan dilihat dari waktu minumnya," tutur Pringgo.

Menuturnya, minum air bermanfaat dalam mengurangi risiko batu ginjal atau batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih. Sebaliknya, menghindari minum air pada malam hari justru dapat membahayakan ginjal dan saluran kemih.

Minum air saat malam pengaruhi tidur

Terpisah, dokter sekaligus Praktisi Kesehatan Tidur dan Konsultan Utama Snoring & Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran Andreas Prasadja juga membantah narasi tentang minum malam hari akan mengganggu tidur. 

"Seharusnya tidak mengganggu (tidur) kalau tidak ada penyakit-penyakit tertentu," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Andreas menjelaskan, orang yang terbangun dari tidur karena ingin buang air kecil dapat terjadi jika mengalami diabetes atau memiliki gangguan pada prostat, kandung kemih, atau sistem pembuangan air kencing.

Selain itu, seseorang yang mendengkur saat tidur dan beberapa kali terbangun karena ingin buang air kecil perlu memperhatikan kondisinya.

Menurutnya, orang yang mendengkur saat tidur terjadi ketika ada hal yang mengganggu saluran pernapasannya, sehingga tidak dapat bernapas secara normal.

"Karena kalau ada henti napas saat tidur, saluran napas atas tersumbat sementara dada tetap berusaha menarik udara. Akibatnya, tekanan udara dalam tingkat tinggi dan menghimpit jantung," jelasnya.

Kondisi henti napas atau mendengkut seperti itu, lanjut Andreas, menyebabkan jantung bekerja lebih berat pada saat tidur. 

Ia menuturkan, orang yang mengalami kesulitan atau henti napas saat tidur dapat menyulitkan kerja jantung. Hal ini dapat merangsang jantung memproduksi zat-zat yang memicu buang air kecil. 

"Jadi, dipertimbangkan kalau mendengkur dan sering terbangun untuk kencing, selain dilihat kemungkinan diabetes, gangguan prostat, infeksi saluran kemih, dan sebagainya, pertimbangkan juga sleep behavior atau henti napas saat tidur," imbuh Andreas.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved