Rabu, 3 Juni 2026

Ambon Hari Ini

Semarak Hari Pendidikan Nasional: Rumah Generasi Sosialisasikan Hak Anak di SLB Batu Merah

Sebabnya, Rumah Generasi menilai perlunya penyuluhan kepada anak disabilitas agar mereka memahami bahwa mereka memiliki hak yang sama serta dilindungi

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Lembaga Rumah Generasi usai sosialisasi Hak Anak di Sekolah Luar Biasa Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (2/5/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional, Lembaga Rumah Generasi menggelar sosialisasi 'Hak Anak:.

Kegiatan itu ditujukan kepada anak-anak disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (2/5/2024).

Alasannya tak lain karena anak-anak disabilitas lebih rentan mendapat kekerasan baik verbal maupun nonverbal.

Sebabnya, Rumah Generasi menilai perlunya penyuluhan kepada anak disabilitas agar mereka memahami bahwa mereka memiliki hak yang sama serta dilindungi oleh Negara.

Sehingga anak-anak tersebut dapat menjaga diri sendiri, menjadi mandiri dan berani bersuara dalam pemenuhan hak-hak serta bisa tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Bangsa.

Adapun, kegiatan ini diikuti oleh 42 siswa SLB Negeri Batu Merah, Guru, dan Orang tua.

Juga dihadiri oleh Perwakilan Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia, Chriswantoro Nugroho, Direktur Lembaga Rumah Generasi, Alvin Paron, dan Tim Program Prioritas Anak Dengan Disabilitas Indonesia (PADI).

Baca juga: Serunya Hardiknas, Para Guru SMA 13 Ambon Dihadiahi Ratusan Bunga: Terima Kasih

Baca juga: Maluku FC Mundur dari Liga 3 Putaran Nasional 2024

Penanggungjawab kegiatan, Yunita Luhulima menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini ada dua, pertama agar anak-anak dapat mengetahui bahwa, sebagai warga negara mereka memiliki hak yang dijamin oleh Negara.

Kedua, anak-anak dapat menyuarakan hak mereka tanpa takut adanya diskriminasi dan ancaman.

"Melalui sosialisasi ini paling tidak kita memberikan pengetahuan serta informasi bagi anak dan guru bahwa anak memiliki hak-hak yang harus dipenuhi agar anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, sehat, mandiri dan sejahtera," ungkap Luhulima kepada TribunAmbon.com, Kamis (2/5/2024).

"Kemudian anak menjadi mandiri dan tidak takut terhadap diskriminasi sehingga mereka barani untuk menyuarakan hak-haknya," tambahnya.

Dia berharap adanya perhatian terhadap pemenuhan hak anak terkhususnya penyandang disabilitas. Baik oleh pemerintah maupun lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

"Melalui kegiatan ini diharapkan bukan saja anak yang menjadi mandiri sehingga dapat menyuarakan hak-haknya namun semua orang baik itu orang tua, masyarakat, serta pemerintah dapat melakukan mandatori hak-hak anak yang terdapat dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Sehingga semua anak tanpa terkecuali anak dengan disabilitas dapat mencapai hidup yang baik, sehat, mandiri dan sejahtera dalam seluruh aspek kehidupannya," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved