Info Kesehatan
Peningkatan Angka Kesembuhan Kanker Payudara melalui Skrining dan Deteksi Dini
Dari seluruh kasus yang terjadi, hampir setengah pengidap kanker payudara tidak memiliki faktor resiko yang spesifik kecuali dua faktor yaitu jenis ke
Sebagai dokter yang kerap mengikuti program fellowship bedah rekonstruksi untuk kanker di berbagai negara, Dokter Nina menjelaskan bahwa resiko pada perempuan untuk terkena kanker bisa dilihat melalui riwayat pribadi, riwayat keluarga yang pernah terkena kanker, mutasi genetik yang dapat diketahui melalui tes tertentu, dan juga faktor usia.
Perempuan risiko tinggi ialah mereka yang memiliki beberapa kriteria seperti, mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 berdasarkan hasil tes genetik, adanya riwayat kanker payudara dalam keluarga dekat seperti ibu dan nenek, atau pernah menjalani terapi radiasi di area dada saat berusia antara 10 dan 30 tahun. Pada kelompok ini, direkomendasikan untuk melakukan mammografi dan MRI minimal sekali dalam setahun dimulai dari usia 30 tahun. Jika tidak memiliki faktor risiko di atas, maka dikategorikan sebagai kelompok perempuan dengan risiko rata-rata.
Dijelaskan juga oleh Dokter Nina berdasarkan rekomendasi dari ACS, perempuan dengan risiko rata-rata yang berusia 40 hingga 44 tahun dapat mulai melakukan skrining rutin sekali dalam setahun dengan mammografi. Kemudian untuk perempuan dengan resiko rata-rata yang berusia 45 hingga 54 tahun, direkomendasikan untuk rutin melakukan mammografi minimal sekali dalam setahun. Sedangkan untuk perempuan dengan resiko rata-rata yang berusia 55 tahun keatas, direkomendasikan untuk melakukan mammografi sekali setiap satu tahun atau boleh dua tahun sekali.
Pada intinya, dalam kondisi yang sehat, pemeriksaan mammogram ini diharapkan terus berlanjut dan dilakukan secara rutin bagi para perempuan.
Detail mengenai Mammografi dan USG Payudara
Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, diungkapkan bahwa kanker payudara yang berhasil ditemukan melalui mammografi secara rutin memiliki potensi sembuh lebih tinggi dengan minimnya perawatan yang agresif seperti mastektomi atau pengangkatan seluruh payudara dan juga kemoterapi.
Oleh karena itu, Dokter Nina menjelaskan bahwa untuk mengetahui perubahan pada payudara yang berpotensi untuk menjadi kanker, perlu dilakukan mamografi sebagai bentuk tes skrining menggunakan sinar-X dengan dosis rendah. Mammografi dapat mendeteksi kalsifikasi yang bisa menjadi tanda kanker, jaringan abnormal seperti massa padat atau kista, dan lainnya. Biasanya, jika ditemukan potensi kanker pada proses pemeriksaan mammogram skrining, seseorang akan menjalani tes lanjutan atau tes lain seperti ultrasonografi (USG) payudara untuk mengetahui lebih lanjut kondisi yang dicurigai kanker ini.
dr. Jemmy Sasongko, Sp.B(K)Onk selaku Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan bahwa USG untuk mendeteksi kanker payudara dapat membedakan massa berisi cairan, seperti kista, dan massa padat yang mungkin memerlukan pengujian lebih lanjut.
Dan pada kelompok perempuan dengan usia muda, USG juga dapat menjadi alternatif dari mammografi karena jaringan payudara yang masih padat.
USG untuk mendeteksi kanker payudara dilakukan selayaknya USG untuk kehamilan yaitu dengan menggunakan gelombang suara, hanya saja dilakukan pada payudara.
Deteksi dini untuk kanker payudara dengan resiko yang akan diterima juga membuat pentingnya bagi kita untuk memilih tempat yang tepat dengan fasilitas yang unggul. Rekomendasi tempat untuk melakukan mammografi dan USG dapat tertuju pada pusat layanan kanker terpadu Oncology Center Mayapada Hospital
Layanan yang berada di berbagai daerah yaitu Jakarta Selatan, Tangerang, Kuningan, Bogor, Surabaya, dan Bandung, dengan akreditasi internasional JCI dan didukung oleh tim dokter multispesialis serta teknologi, fasilitas, dan peralatan medis terkini membuat Oncology Center Mayapada Hospital menjadi unggul untuk penanganan kanker dan tumor.
Tumor Board juga telah di bentuk di Oncology Center Mayapada Hospital dengan menggunakan patient navigator. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan informasi dan pendampingan guna memotivasi pasien dalam membangun keyakinan untuk sembuh.
Tidak jarang seorang pasien kanker maupun keluarga pasien mengalami kebingungan atas perawatan yang harus dijalani sehingga menyebabkan hilangnya semangat untuk berjuang melawan tumor dan kanker.
Dengan begitu maka, Mayapada Healthcare Group telah membukti bahwa ketepatan dan kecepatan pengobatan, serta patient journey yang baik, aman, dan berkualitas menjadi komitmen nyata yang diterapkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ilustrasi-Dokter.jpg)