Rabu, 29 April 2026

Nasional

Jarang 'Tampil' Dampingi Jokowi, Wapres Ma’aruf Amin Ungkap Alasannya: Masing-masing Punya Peran

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengungkapkan alasan dirinya yang jarang tampil di publik selama menjabat sebagai pendamping Presiden RI Joko Widodo.

Tayang:
Tribunnews/ Rizky Sandy Saputra
Wakil Presiden RI (Wapres) Maruf Amin saat silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan awak media di Kediaman Dinasnya di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Senin (1/4/2024) malam. Ma'ruf Amin mengakui dirinya memang jarang tampil di publik selama menjabat sebagai pendamping Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNAMBON.COM - Wakil Presiden RI (Wapres) Ma'ruf Amin mengungkapkan alasan dirinya yang jarang tampil di publik selama menjabat sebagai pendamping Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Wapres Ma’aruf mengakui jarang terlihat bersama dengan Presiden Jokowi. Hal ini karena cara kerja dirinya memang bukan yang atraktif atau selalu menampilkan diri kepada publik.

"Saya merasa bahwa mungkin banyak orang menyatakan bahwa saya tidak begitu banyak mengambil peran misalnya ada cara-cara wakil presiden yang tampil lebih atraktif, saya memang bukan tipe seperti itu," kata Wapres saat silaturahmi dengan awak media, di kediaman dinasnya di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Senin (1/4/2024) malam.

Baca juga: MK Bakal Panggil 4 Menteri Jokowi di Sidang Sengketa Pilpres 2024: Sri Mulyani hingga Airlangga

Baca juga: Kerlap Kerlip Lampu Hias Meriahkan Ramadan di Negeri Mamala

Dia menyebut, apa yang diterapkan selama menjabat sebagai Wakil Presiden itu layaknya sebuah pertandingan badminton dengan mekanisme double.

Dimana dirinya berpasangan dengan Jokowi untuk mengatur dan mengemban tanggung jawab yang harus saling melengkapi satu sama lain.

"Saya seperti bermain badminton pasangan dengan double. Bagaimana kita menjaga harmoni di antara kedua pasangan," kata dia.

Menurut Ma'ruf Amin dalam sebuah tim badminton, kedua pemain harus bisa mencari celah dan posisi yang tepat.

Hal itu penting, agar pertandingan bisa dikuasai dengan baik dan tidak menimbulkan kekacauan atau benturan antar pemain.

"Kalau pasangan itu ada di depan itu, kita harus di belakang, supaya bola yang dilempar ke belakang itu ada (yang mengatasi), kalau dia berada di posisi kanan kita di posisi kiri, kalau di posisi kiri kita di posisi kanan, sehingga tidak terjadi benturan ya, tidak terjadi benturan," kata Wapres.

Begitu juga menurut Ma'ruf dalam menjalankan peran sebagai pemimpin negara.

Baik presiden maupun wakil presiden, harus menempatkan diri sesuai dengan posisinya masing-masing dan tidak saling mengambil peran.

"Artinya masing-masing mengambil posisi sesuai dengan tugas-tugas yang memang diberikan, itu saya kira yang saya jaga sehingga bagaimana pemerintahan ini berjalan dengan baik," ujar dia.

Bagaimanapun posisinya menurut Wapres, terpenting adalah bagaimana pemimpin itu bisa menghasilkan suatu kebijakan yang diharapkan oleh masyarakat.

Dengan saling memahami posisi tersebut, maka kata dia konflik di antara presiden dan wakil presiden bisa terhindarkan.

"Adanya saling pengertian jangan sampai adanya missunderstanding sehingga menjadi konflik antar Presiden dengan Wakil Presiden," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved