Sabtu, 11 April 2026

Maluku Hari Ini

Bertambah Lagi Pengawas Pemilu di Maluku Meninggal Dunia

Samuel menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Tiakur pada pukul 21.11 WIT, Senin (4/3/2024) malam. Wafatnya Samuel menambah daftar

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Bawaslu Maluku
Samuel Pakniany, anggota Panwaslu Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku meninggal dunia, Senin (4/3/2024) malam. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Samuel Pakniany, anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku dikabarkan meninggal dunia.

Samuel menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Tiakur pada pukul 21.11 WIT, Senin (4/3/2024) malam.

Wafatnya Samuel menambah daftar jumlah kematian pengawas Pemilu di Maluku menjadi tiga orang.

Mereka masing-masing Piterson Lekson Ratuanik, seorang anggota Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) di Desa Waturu, Kecamatan Larunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang meninggal pada 15 Februari 2024 akibat lemah fisik dan serangan jantung.

Kemudian Kaspar Metintomwat, Pengawas TPS di Desa Alusi Kelaan, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat tak tahan bullyan orang.

"Dan yang terbaru petugas kita Samuel Pakniany, anggota Panwaslu Kecamatan Letti, Kabupaten MBD. Tentu ini duka yang mendalam bagi kami Bawaslu," kata anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Stevin Melay, Selasa (5/3/2024).

Baca juga: Bawaslu Maluku Bakal Santuni Pengawas Pemilu yang Meninggal Dunia dan Sakit saat Bertugas

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari Bawaslu MBD, Samuel mulai jatuh sakit saat melakukan pengawasan pungut hitung suara di TPS 07 Desa Tomra pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu.

"Tapi sebelumnya di tanggal 13 Februari 2024, almarhum bersama pengawas lainnya melakukan pengawasan distribusi logistik ke desa-desa hingga persiapan TPS untuk pencoblosan," ujarnya.

Karena kondisi almarhum tak juga membaik, pihak keluarga kemudian membawa almarhum ke RS Tiakur untuk dirawat lebih lanjut.

Pada tanggal 27 Februari 2024, almarhum diijinkan pulang dan hanya mendapatkan rawat inap di rumah.

Tapi, pada Senin, 4 Februari 2024, kondisi tubuh almarhum kembali drop dan dilarikan lagi ke RS Tiakur.

Sayang, nyawa Samuel tak dapat tertolong. Almarhum meninggal pada pukul 21.11 WIT di RS Tiakur.

"Yang jelas, pemakamannya dilakukan secara resmi dan dihadiri Bawaslu. Santunan kematian juga akan diberikan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan," tukasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved