Sabtu, 18 April 2026

Maluku Terkini

Kelangkaan BBM di Maluku Barat Daya, Dosen Terpaksa Tunggangi Kuda Pergi ke Kampus

Dijelaskan, rumahnya berlokasi di Desa Werwaru yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Tiakur tempatnya mengajar.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Tenaga Pengajar Tetap non PNS di Universitas Pattimura PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya, Zefanya Sarilitiata tunggangi kuda ke kampus, Selasa (27/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Kepada TribunAmbon.com, Dosen atau Tenaga Pengajar Tetap non PNS di Universitas Pattimura PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya, Zefanya Sarilitiata mengatakan kelangkaan BBM sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir.

Kondisi tersebut memaksanya mau tak mau harus menunggangi kuda sebagai transportasi alternatif.

"Saya menggunakan kuda sebagai kendaraan karena kelangkaan BBM di Kota Tiakur sudah hampir 3 minggu. Jadi alternatif terakhir untuk ke Kampus dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal ini proses pembelajaran maka harus menunggangi kuda," ungkapnya melalui sambungan telepon, Selasa (27/2/2024).

Dijelaskan, rumahnya berlokasi di Desa Werwaru yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Tiakur tempatnya mengajar.

Jika menggunakan kendaraan bermotor dirinya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk sampai di Kampus.

Sedangkan dengan menunggangi kuda waktunya terkuras selama 2 jam.

Baca juga: Pelayanan Publik Sedang, Pemkab Maluku Tenggara Masih Tetap di Zona Kuning

"Jarak dari rumah saya di Desa Werwaru ke Kampus di Kota Tiakur itu 12 kilo. Dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan menggunakan kuda," tuturnya.

Sebagai akademisi, dirinya kecewa lantaran Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya tidak mengantisipasi kondisi kelangkaan BBM.

Alhasil, BBM yang beredar di masyarakat dijual dengan harga melambung.

Mulai dari Rp. 25 ribu per liter hingga Rp. 100 ribu per liter.

Tetapi jumlahnya pun terbatas sehingga banyak warga yang tidak kebagian.

"Menjadi catatan penting buat pemerintah daerah kabupaten Maluku Barat Daya, secara akademisi ada hal yang perlu diantisipasi sebelum kelangkaan minyak ini terjadi. Memang kemarin ada yang jual per liter Rp. 50 ribu, Rp. 25 ribu bahkan ada yang sampai Rp. 100 ribu. Tapi memang kita mau beli tetapi minyaknya sudah habis," keluhnya.

"Jadi untuk sementara saya menggunakan kuda sebagai alternatif menggantikan motor," tambahnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved