Minggu, 12 April 2026

Ambon Hari Ini

Wakil Rakyat Minta Dugaan Pungli Gedung Pasar Mardika Baru Ditelusuri

Pasalnya, ada pedagang yang sudah lama berjualan namun tidak kebagian kios di lokasi gedung baru yang direvitalisasi itu.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Mesya
Pasar Mardika Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Afifudin menyoroti dugaan punglitan liar (Pungli) yang terjadi pada proses pendataan pedagang untuk masuk ke Pasar Mardika yang baru.

Pasalnya, ada pedagang yang sudah lama berjualan namun tidak kebagian kios di lokasi gedung baru yang direvitalisasi itu.

Menurutnya, indikasi tersebut harus ditelusuri.

"Seharusnya mereka masuk dalam pasar itu gratis karena revitalisasi gedung pasar menggunakan sumber dana pemerintah berupa APBN dan itu uang rakyat, jadi kalau ada indikasi pungutan liar perlu ditelusuri," tegas Afifudin, kepada wartawan, Sabtu (27/1/2024).

Dijelaskannya, pembangunan pasar bukan oleh pihak swasta melainkan dari Pemerintah itu sendiri, sehingga pedagang tak harus membayar biaya sewa.

"Yang jelas kalau masih ada aksi para mahasiswa berdemonstrasi mewakili para pedagang tentunya ada keresahan di sana," tegasnya.

Baca juga: Perayaan Natal Warga Flobamora di Kota Ambon, Kediaman Agus Ririmasse Dipadati Ribuan Orang

Baca juga: Antisipasi Pemilih Salah Masukan Jenis Surat Suara ke Kotak, KPU Akan Lakukan ini

Lanjut dijelaskannya, pembangunan Pasar Mardika baru yang lebih representative ini sekaligus untuk mengurangi pedagang di tepi jalan.

Namun, ada informasi pungli sehingga pedagang yang semestinya terdata malah tak masuk.

“Setelah itu kalau ada informasi terkait dengan pungli dan sebagainya, siapa yang berwenang untuk itu dan menjamin agar mereka bisa mendapatkan tempat yang layak. Para pedagang ini pada prinsipnya adalah yang penting mereka mendapatkan kios untuk berjualan. Karena itu kalau masalah ini diatur sebaik-baiknya untuk kepentingan pedagang di pasar pasti berjalan dengan baik.

Menurut Wakil rakyat dapil Kota Ambon ini lebih baik dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Ambon lantaran telah memiliki sumber daya, agar lebih optimal.

Selain itu, juga Pemkot Ambon dapat sekaligus mengatur masalah lainnya di Pasar Mardika seperti sampah dan keamanan juga

"Kalau menurut saya, sebaiknya pengelolaan pasar oleh Pemkot Ambon karena mereka memiliki sumberdaya maupun sarana infrastruktur pendukung yang memadai," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved