Minggu, 12 April 2026

Pilpres 2024

Gagal di 2014 dan 2019, Prabowo Subianto: Saya Mengerti Kenapa Dua Kali Kalah

Dihadapan relawan Erick Thohir alumni Amerika Serikat (AS) di Jakarta, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto itu menceritakan kilas balik cara

Editor: Fandi Wattimena
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto saat hadir di acara pertemuan relawan Erick Thohir alumni Amerika Serikat (ETAS) di Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2024) 

TRIBUNAMBON.COM - Dua kali kalah merebut kursi presiden jadi pelajaran berharga bagi Prabowo Subianto.

Dihadapan relawan Erick Thohir alumni Amerika Serikat (AS) di Jakarta, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto itu menceritakan kilas balik cara berpolitiknya pada 2014 dan 2019 lalu.

Katanya, persaingan bukan untuk dijadikan sebagai permusuhan.

"Saya mengerti kenapa dua kali kalah. Terus terang saja kala itu belum sampai kepada pemahaman saya yang sekarang. Pencerahan itu terjadi waktu 2019 saya kalah," kenang Prabowo, Senin (22/1/2024).

Ada sebuah moment yang membuatnya tersadar; jika dirinya terus mengedepankan ego, ketegangan bakal semakin meluas dan merugikan banyak pendukungnya.

"Di jalan Thamrin, ada pendukung saya teriak siap mati untuk saya. Di situ saya langsung berlutut, saya bilang berhenti, saya tidak mau kau mati untuk saya, kau harus hidup untuk orang tuamu dan Indonesia," kata Prabowo.

"Saya waktu itu benar-benar bilang, daripada saya jadi presiden melalui jalan kekerasan, lebih baik saya nggak jadi presiden," ucapnya.

Baca juga: Yenny Wahid Nilai Gestur Gibran yang Seolah Cari Jawaban di Atas Panggung Debat Terkesan Melecehkan

Berkaca dari pengalaman tersebut, Prabowo menghadapi kontestasi politik 2024 ini dengan cara santai, meskipun terkadang beberapa pihak ofensif kepada dirinya.

"Persaingan jangan jadi permusuhan, sudah baik-baik saja, jogetin saja," ujar Prabowo yang kemudian disambut riuh tawa dan tepuk tangan.

Pemahaman penting yang dijalankan Prabowo saat ini adalah ia akan merangkul semua pihak manapun yang ingin bersama-sama bekerja dengannya untuk kepentingan membangun bangsa dan negara.

"I can work with anybody. I want to work with everybody for the good of our people in our country," tutur Prabowo.

"Mengutip kata John F Kennedy, 'if we cannot take care of the many who are poor, it cannot save the few who are rich,'" tambah dia.

Prabowo pun berharap pada siapapun yang menang dalam kontestasi Pilpres 2024 harus berujung dalam kebaikan.

“Intinya kita harus ke arah kebaikan,” tutup Prabowo. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Jelaskan Alasan Mengapa Dua Kali Kalah di Pilpres 2014 dan 2019,
https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2024/01/23/prabowo-jelaskan-alasan-mengapa-dua-kali-kalah-di-pilpres-2014-dan-2019?page=all.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved