Kepemiluan

Citra Gemoy dan Umpatan Prabowo Subianto jadi Sorotan selama Kampanye Pilpres 2024

Pasalnya, sejumlah pernyataan kontroversial yang dilontarkan Prabowo dalam kampanye tatap muka dengan para pendukungnya di beberapa tempat.

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kompas.com
Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan, jika dirinya terpilih, institusi TNI dan Polri akan berada di bawah presiden langsung. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Ada dua citra Calon Preesiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menjadi sorotan selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Kedua citra bertentangan itu, yakni Gemoy dan Umpatan.

Pasalnya, sejumlah pernyataan kontroversial yang dilontarkan Prabowo dalam kampanye tatap muka dengan para pendukungnya di beberapa tempat.

Pernyataan kontroversial itu seakan berbanding terbalik dengan kampanye pencitraan politik yang dilakukan Prabowo beserta tim pemenangannya.

Contohnya dari yang bisa dilihat pada berbagai media sosial. Sejumlah akun medsos yang mengkampanyekan Prabowo menggambarkan sosok itu dengan gimik sebagai pemimpin yang ramah.

Bahkan dalam kampanye turut dimunculkan frasa "gemoy", dan memperlihatkan Prabowo adalah calon presiden untuk semua kalangan, termasuk para pemilih muda.

Akhir-akhir ini, Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto sering berjoget atau menari di sejumlah acara.
Akhir-akhir ini, Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto sering berjoget atau menari di sejumlah acara. (Courtesy / Kompas.com)

Buat mendukung pencitraan "gemoy" itu, Prabowo dan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sampai membuat iklan kampanye di media cetak, televisi, elektronik, sampai media sosial dengan menggunakan gambar kecerdasan buatan (AI).

Prabowo juga dicitrakan sebagai calon pemimpin yang mengayomi, dan legowo dengan bersedia bekerja sama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah bersaing sengit pada Pilpres 2019.

Sebagai seseorang yang berlatar belakang eks militer, Prabowo juga digambarkan dengan citra tangguh, kuat, dan berani menghadapi berbagai ancaman.

Baca juga: Anies Sentil Prabowo Punya Lahan 340.000 Hektar, tapi Separuh Prajurit TNI Tak Punya Rumah Dinas

Meski begitu, citra diri Prabowo yang digambarkan dalam gelombang kampanye melalui berbagai media seolah tidak sejalan ketika dia sedang berada dalam debat Pilpres atau berkampanye di hadapan pendukungnya.

Dalam rekaman debat Pilpres yang bisa disimak masyarakat secara daring, nampak emosi Prabowo kerap meletup-letup ketika menjawab pertanyaan yang diajukan para rivalnya.

Pernyataan kontroversial Prabowo di masa kampanye yang menjadi sorotan adalah selepas debat pertama Pilpres 2024 yang digelar pada 12 Desembar 2023.

Dalam debat itu capres nomor urut 1 Anies Baswedan sempat melontarkan pertanyaan tentang perasaan Prabowo yang bisa berpasangan dengan Gibran soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat batas usia capres-cawapres yang kontroversial.

Apalagi pengambil keputusannya yakni Hakim Konstitusi Anwar Usman, yang juga merupakan paman Gibran sekaligus adik ipar Presiden Joko Widodo, dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat terkait keputusan itu.

Prabowo kemudian, tanpa menyebut nama, memberikan tanggapan atas pertanyaan Anies dalam debat pertama Pilpres dalam sebuah forum internal Partai Gerindra.

Peristiwa yang direkam itu kemudian beredar di media sosial. "Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? Etik, etik, etik. Ndasmu etik (etik kepalamu)," kata Prabowo dalam video viral tersebut.

Baca juga: Jika Terpilih, Prabowo Pastikan TNI dan Polri Tetap Berada di Bawah Kendali Presiden Langsung

Terkait video ucapan "ndasmu etik" tersebut, Prabowo mengatakan hal itu disampaikan dalam pembicaraan bersama keluarga atau internal Partai Gerindra.

"Itu di antara keluarga kita bicara dan itu kan bicara orang Banyumas biasalah bicara-bicara begitu," ucap Prabowo, Minggu (17/12/2023).

Pernyataan kontroversial kembali terlontar dari lisan Prabowo setelah debat ketiga Pilpres yang digelar pada 7 Januari 2024.

Dalam debat, Anies menyoroti soal kepemilikan lahan Prabowo melalui sejumlah perusahaan yang mencapai 340.000 hektar.

Anies mengangkat hal itu dan membandingkannya dengan jumlah prajurit TNI dan Polri yang belum mendapatkan rumah dinas.

"Di saat tentara kita lebih dari separuh tidak memiliki rumah dinas.

Menurut Pak Jokowi, ada menteri punya lebih dari 320 hektar tanah di republik ini," kata Anies dalam debat.

Anies kemudian meralat angka yang dia sebutkan menjadi 340 ribu hektar. "Maaf Pak Prabowo angkanya terlalu kecil.

Bukan 320 hektar, tapi 340 ribu hektar. Saya klarifikasi," ucap Anies.

Dalam debat Anies juga memberikan penilaian terhadap kinerja Prabowo selama menjabat Menteri Pertahanan. Dia memberikan skor 11 dari 100.

Prabowo kemudian mengomentari momen debat soal kepemilikan tanah ratusan ribu hektar yang sempat disinggung Anies. Dalam pidato di hadapan para relawannya di Gelanggang Remaja Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, (9/1/2024), Prabowo mulanya menyinggung soal penilaian yang diberikan Anies padanya saat debat.

Ia mengaku tidak peduli terhadap penilaian tersebut.

"Kemarin saya dapat penilaian dari seorang, ya kalian tahu lah siapa yang memberi penilaian kepada saya, kan. Saya dikasih penilaian berapa itu, 11 dari 100. Jawaban saya, kalau bahasa anak Betawi, 'Kalau dari ente mah emang gue pikirin?'" kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung pernyataan Anies soal kepemilikan tanah seluas 340 ribu hektare dan mengumpat.

"Saudara-saudara ada pula yang nyinggung-nyinggung punya tanah berapa, punya tanah ini, dia pinter atau goblok, sih?" ujar Prabowo.

Prabowo juga menilai soal kepemilikan tanah seharusnya tidak perlu dijadikan bahan argumentasi dalam debat capres.

"Enggak usah di bawa-bawa debat, lah. Anda hanya memperlihatkan ketololan Anda," ucap Prabowo. Prabowo juga mengatakan, di ia sudah mengembalikan tanah tersebut ke negara sekitar 2 tahun lalu.

Oleh karena itu, Prabowo merasa Anies sengaja mengungkit soal kepemilikan lahan buat menyudutkannya dan menghasut masyarakat supaya membenci dirinya.

"Dia mau ejek, mau menghasut. Dia mau bikin rakyat benci sama saya. Padahal pak Jokowi aja, saya di istana 2,5 tahun yang lalu saya sudah serahkan tanah itu kepada negara," ujar Prabowo

"Saya sampaikan ke bapak presiden, bapak Presiden kalau lahan ini dibutuhkan untuk lumbung pangan bangsa Indonesia, pakai, pakai lahan HGU saya. Gunakan. Saya siap. Dan kita sedang menggarap itu," katanya.

Setelah debat ketiga Pilpres, jagat media sosial juga diramaikan dengan narasi yang mengkampanyekan dan memperlihatkan Prabowo seakan dizalimi dan diserang secara personal oleh Anies dan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, mengemas kampanye dan pencitraan Prabowo pada masa awal kampanye memang positif dan menuai simpati masyarakat serta para pengguna media sosial.

"Secara teknis, pencitraan 'gemoy' yang selama ini dibuat sukses membingkai persepsi kalangan Generasi Z dan Milenial. Karena beberapa kali terbukti beragam ekspresi Prabowo viral," kata Agung dalam keterangannya seperti dikutip pada Kamis (11/1/2024).

Meski begitu, Agung menilai pencitraan Prabowo justru seolah tak selaras dengan tindak-tanduk sang capres ketika melakukan kampanye terbuka.

Padahal menurut Agung, salah satu kunci pencitraan politik adalah mesti sejalan antara pernyataan dan sikap yang disampaikan seorang politikus di hadapan media dan juga kehidupan sehari-hari.

"Secara substantif, pencitraan yang baik harus menemui kenyataan ketika diuji beragam situasi termasuk saat debat maupun di luar debat," ujar Agung.

Agung mengatakan, tim kampanye Prabowo mesti bekerja lebih baik buat melakukan pencitraan politik yang selaras dari seorang sosok calon pemimpin yang ada di depan layar kaca maupun kenyataan sehari-hari.

"Sehingga perlu diperbaiki atau dikondisikan dengan citra baru yang lebih adaptif agar tetap relevan dengan realitas politik yang hadir," ucap Agung.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved