Harga Ikan
Cuaca Buruk, Harga Ikan Melonjak di Leihitu - Maluku Tengah
Di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah juga mengalami hal yang sama selama tiga minggu terakhir. Salah satu faktor penyebab naik
Penulis: Maula Pelu | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kenaikan harga ikan bukan hanya terjadi di Kota Ambon.
Di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah juga mengalami hal yang sama selama tiga minggu terakhir.
Salah satu faktor penyebab naiknya harga ikan, dipengaruhi oleh arus laut yang kencang, mengakibatkan nelayan enggan melaut.
“Nelayan tidak melaut. Karena wilayah ikan sulit dideteksi akibat arus kencang," ungkap Ibrahim Slamat, seorang nelayan Negeri Hitu.
Distribusi ikan kali ini berasal dari Dusun Liaela, Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat.
"Banyak nelayan seng melaut, sehingga pasokan ikan di pasar kurang. Akibatnya, harga ikan mahal," ungkap Halija Pelu, seorang pedagang ikan di Negeri Hitu.
Melonjatnya harga ikan tak hanya berdampak bagi para jibu-jibu, melainkan juga masyarakat secara umum yang terbiasa mengonsumsi ikan.
Ikan dijual bervariasi tergantung jenis dan ukurannya.
Baca juga: Harga Ikan Segar di Kota Masohi Mulai Berangsur Turun
Seperti Ikan Momar berukuran sedang berisi 4 ekor per tumpukan dijual Rp. 20 ribu.
Sementara Ikan Momar berukuran kecil berisi 7 ekor per tumpukan Rp. 10 ribu, dan Ikan Lema berukuran sedang berisi 3 ekor per tumpukan dengan harga Rp. 20 ribu.
Halijah Pelu dan beberapa pedagang ikan di Negeri Hitu, berharap agar musim arus kencang segera usai.
Naiknya harga ikan, juga ditanggapi oleh para pembeli.
“Sebenarnya kesulitan, karena pemasukan kami tidak bertambah bertambah, tapi pengeluaran tetap meningkat,” keluh Ona Pelu, selaku pembeli ikan.
Lanjutanya, ia berharap agar harga bisa stabil dengan berakhir arus kencang dan nelayan bisa kembali melaut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/912024-Pasar-Ikan.jpg)