Mata Lokal
Dulu Rumah dan Dapur di Negeri Hitu Terpisah, Ini Tujuannya
Kepada TribunAmbon.com, Dade Tatawalat mengatakan tujuan dipisahkannya bangunan rumah utama dan dapur, yakni;
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Bangunan rumah dan dapur, segitu rerata model hunian di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah tempo dolo.
Kini masih ada meski sudah tidak banyak.
Kepada TribunAmbon.com, Dade Tatawalat mengatakan tujuan dipisahkannya bangunan rumah utama dan dapur, yakni;
- Asap dari pembakaran di dapur tidak langsung masuk ke rumah.
- Jika terjadi kebakaran akibat aktivitas masak, maka tidak langsung merembet ke rumah.
- Rumah tempat beristirahat harus bebas dari bau makanan dari dapur.
Baca juga: Inilah Pohon Paling Dilindungi Warga Hitu dan Kodam XVI Pattimura
Dan yang terpenting menurutnya adalah harus berbagi kepada sesama.
Dijelaskan, jika posisi dapur terpisah, maka orang yang mencium bau makanan dari dapur kita bisa langsung masuk tanpa melewati rumah utama.
“Kalau dapur tapisah, orang seng sungkan tuk masuk makan. Tapi, bentuk rumah sakarang, orang mau masuk makan jua maluhati. Dapur sa di balakang. Jadi orang yang mau masuk makan, harus lewat dalam rumah,” jelasnya.
Namun, saat ini model rumah dengan dapur terpisah sudah jarang ditemui, entah kenapa?
Meski demikian, dia meyakini nilai yang diajarkan orang tua tentang berbagi kepada sesame masih tetap terjaga di Negeri Hitu.
“Rumah boleh gabung. Tapi nilai berbagi itu amanah tatua,” tutupnya.
Diketahui, jumlah rumah di negeri Hitu sebanyak 6.837 unit dengan jumlah jiwa mencapai 18.417. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Rumah-Hitu.jpg)