Kepemiluan

Kata Repnas soal Pilpres Satu Putaran: Bisa Hemat Anggaran Negara Sebesar Rp 27 Triliun

Kata dia, dari segi perekonomian, pemerintah dapat menghemat anggaran negara sebesar Rp 17 triliun untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Rp 10 triliun

Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
Ketua Umum NETFID Indonesia Muhammad Afit Khomsani mengatakan, debat perdana Pilpres 2024 dengan agenda hukum dan HAM jauh dari kata komprehensif. Menurutnya, para paslon tidak mengungkapkan praktek-praktek pelanggaran Hukum dan HAM sudah banyak terjadi. 

TRIBUNAMBON.COM - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 jika dilangsungkan satu putaran disebut bisa hemat anggaran hingga Rp. 27 Triliun.

Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira.

Kata dia, dari segi perekonomian, pemerintah dapat menghemat anggaran negara sebesar Rp 17 triliun untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Rp 10 triliun untuk pendukung keamanan serta biaya-biaya lainnya.

"Ada banyak keuntungan dari pelaksanaan Pilpres dalam satu putaran, seperti keuntungan ekonomi dan stabilitas politik,” katanya dalam siaran pers, Kamis (4/1/2024).

Keuntungan ekonomi lainnya adalah dapat mencegah instabilitas politik dan kemandekan ekonomi, terutama dalam hal investasi.

“Selain dari aspek fiskal yang saya sebut, manfaat lainnya adalah menghindari ketegangan ideologis yang dapat mempolitisasi agama," ujarnya. 

Anggawira menyadari, semua pasangan calon (paslon) menginginkan kemenangan dalam satu putaran. 

Namun, dia meyakini bahwa Prabowo-Gibran merupakan opsi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang paling realistis untuk mewujudkan menang satu putaran.

Baca juga: Banyak Tanggapan Miring soal Joget Gemoy Prabowo Subianto, Begini Responnya

Anggawira mengatakan, keyakinan Prabowo-Gibran akan memenangkan Pilpres 2024 sejalan dengan berbagai keuntungan kemenangan satu putaran.

Dengan demikian, kata dia, program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat segera dilanjutkan sehingga menciptakan kontinuitas dalam perekonomian dan pembangunan nasional.

"Menurut data-data elektabilitas yang dilakukan sejumlah lembaga survei bahwa Prabowo-Gibran merupakan pasangan yang realistis untuk meraih kemenangan dalam satu putaran," ujarnya Anggawira.

Dalam tiga survei terakhir pada Desember, Prabowo-Gibran selalu unggul di atas 40 persen dari dua pasangan capres-cawapres lainnya. 

Pertama, hasil survei LSI Denny JA menunjukkan Prabowo-Gibran mendapat 43,3 persen suara. 

Kedua, hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mencatatkan Prabowo-Gibran dengan raihan 43,7 persen suara. 

Ketiga, hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan Prabowo-Gibran meraih 46,7 persen suara.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved