Landmark Kota Langgur
Landmark Kota Langgur Bocor Padahal Baru Diresmikan, Warga: Hanya Megah Dari Luar
Padahal landmark yang dikerjakan dengan anggaran 6.6 Miliar itu baru diresmikan 30 Oktober 2023, sehari sebelum masa jabatan Bupati Maluku Tenggara Th
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
AMBON,TRIBUNAMBON.COM – Landmark Kota Langgur yang digadang jadi ikon baru Kabupaten Maluku Tenggara dalam kondisi memprihatinkan.
Padahal landmark yang dikerjakan dengan anggaran 6.6 Miliar itu baru diresmikan 30 Oktober 2023, sehari sebelum masa jabatan Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun berakhir.
Pantauan TribunAmbon.com, Selasa (2/1/2023) sore, sebagian besar atap bangunan bocor, sehingga guyuran hujan merembes hingga menggenangi lantai berbahan keramik.
Dinding bangunan juga tampak kotor.
"Semenjak landmark ini rampung sudah seperti ini, kami juga heran hanya megah dari luar tapi bocor di dalam," ujar Aridin, salah seorang tukang ojek yang kerap mangkal di area landmark, Selasa.
Lanjutnya, pasca diresmikan, hingga kini landmark itu belum pernah dibuka untuk umum.
Baca juga: Pembongkaran Lapak Dadakan di Jalan Telaver - Malra Tinggalkan Sampah Berserakan
Baca juga: Arus Mudik Nataru, Lebih dari 19 Ribu Penumpang Naik dan Turun di Pelabuhan Tulehu - Malteng
Area landmark pun masih ditutupi pagar sen berwarna biru.
Meski begitu dia tidak mengetahui alasan landmark itu belum dibuka hingga kini.
"Kami sebagai masyarakat sangat miris dan minta kalau bisa dibenahi dan segera dibuka untuk umum ini sudah tahun baru 2024, kalau masih ditutup sebaiknya dibongkar saja jangan dibangun di kawasan ini," pungkasnya.
Diketahui, landmark Kota Langgur berdiri di atas bekas pasar Ohoijang, kelurahan Ohoijang Watdek.
Pemilik lahan sempat memasang tanda larangan adat (Sasi) di pintu masuk proyek buntut masalah tanah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Landmark-Langgur-1.jpg)