RSUD Haulussy Digembok

Imbas Pemprov Tak Bayar Lahan, Hanya Ada 2 Pasien di RSUD Haulussy Ambon

Hal ini imbas dari Pemerintah Provinsi Maluku yang urung membayar harga lahan

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Pagar RSUD Haulussy Ambon digembok pemilik lahan, Kamis (28/12/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hampir seluruh pelayanan di RSUD dr. Haulussy Ambon kembali ditutup, Kamis (28/12/2023).

Hal ini imbas dari Pemerintah Provinsi Maluku yang urung membayar harga lahan ke pemilik Johanes Tisera.

Kuasa Hukum Tisera, Adolof Gerrit Suryaman mengatakan hanya tersisa dua pasien di RSUD dr. Haulussy Ambon.

Dua pasien rawat inap tersebut tetap bisa mendapatkan pelayanan.

Termasuk 54 pasien cuci darah lainnya yang tetap mendapatkan pelayanan.

Sementara lainnya tidak, seperti IGD, klinik dan rawat inap lainnya.

Baca juga: Seluruh Pintu RSUD Haulussy Digembok Buntut Lahan Belum Dibayar Pemprov Maluku

Hal tersebut berdasarkan kesepakatan antar pemilik lahan dengan pihak Rumah Sakit agar pasien tetap mendapat pelayanan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit dan kita sudah sepakati pelayanan sisa ini ada dua pasien satunya gagal ginjal, satunya urine, kemudian 54 pasien cuci darah dan mereka ini diantaranya satu orang itu senin sampai sabtu cuci darah dan 53 orang itu satu minggu Dua kali, tetap dilayani dengan dokter yang bersangkutan. misalnya gagal ginjal itu dokter timisela, klo yg dr. Butarbutar itu yang menangani pasien yang masalah urine. Jadi untuk pasien yang ada itu saja yg dilayani kita tetap buka. Tapi untuk yg lain, dari pihak RSU juga tidak membuka pelayanan," kata Adolof.

Adolof menjelaskan, pihaknya terpaksa menggembok Rumah Sakit lantaran Pemerintah Provinsi Maluku tak ada etikad baik dalam melunasi pembayaran lahan.

Bahkan pihaknya telah memberikan toleransi pada pekan lalu.

“Untuk tindakan kami ini, kami fokus kepada bagaimana pemerintah provinsi membuka mata mereka untuk segera menyelesaikan masalah pembayaran ini dengan kami," tandasnya.
Sementara itu, Pantauan TribunAmbon.com di RSUD Haulussy, penggembokan dilakukan sekitar pukul 7.30 WIT.

Mulai dari pintu gerbang utama dan pintu keluar digembok oleh Kuasa Hukum Pemilik Lahan.

Salah satu pengunjung yang ingin berobat ke dokter saraf pun tak bisa masuk dan diinformasikan untuk ke rumah sakit lain ataupun menghubungi dokter saraf yang dimaksud.

"Mohon maaf bu, untuk pelayanan tidak ada, kita tutup sementara sampai pemberitahuan selanjutnya," kata salah seorang pegawai kepada pengunjung. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved