Jumat, 17 April 2026

Ambon Hari Ini

Ketua IMORI Maluku Minta Pemerintah Peduli Kesejahteraan Atlet

Pasalnya, banyak atlet berprestasi yang mengalami kesulitan ekonomi pasca gantung sepatu

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com
Ketua Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) DPW Maluku, Sadam Kelwarani dan Praktisi Olahraga, Minsen Tenine saat dalam acara Tribun Ambon Podcast, Sabtu (18/11/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kesejahteraan atlet menjadi permasalahan besar di Indonesia terkhususnya di Provinsi Maluku.

Pasalnya, banyak atlet berprestasi yang mengalami kesulitan ekonomi pasca gantung sepatu.

Oleh karena itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) DPW Maluku, Sadam Kelwarani meminta agar pemerintah dapat menjamin kesejahteraan atlet.

"Mereka harus dijamin masa depan terlepas dari bonus yang diperoleh dari event-event olahraga," ungkapnya saat hadir dalam acara Tribun Ambon Podcast, Sabtu (18/11/2023).

Dijelaskan, perhatian pemerintah dapat diwujudkan dengan memberikan pekerjaan yang layak untuk keberlangsungan hidup atlet.

"Misalnya diberikan pekerjaan di kantor-kantor pemerintah maupun instansi olahraga, atau pun beasiswa khusus untuk atlet berprestasi," jelasnya.

Baca juga: Anies Baswedan Kritik Keras Soal Pakta Integritas Pj Bupati Sorong

Baca juga: Jauhari Tuarita Lantik Pejabat Negeri Tial dan Haruru, Ini Harapannya  Lapo

Ia mengatakan, atlet ketika terdesak masalah keuangan biasanya menggadaikan medali.

Karena atlet merasa prestasi mereka hanya sebatas euforia di kalangan Pemerintah.

"Banyak atlet terpaksa mengadaikan medali untuk kesejahteraan, karena bonus dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di Maluku tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah lain," tuturnya.

Terpisah dari itu, Praktisi Olahraga, Minsen Tenine mengungkapkan ada empat aspek yang perlu diperhatikan bagi kesejahteraan atlet.

Yakni aspek kebijakan, perilaku, tingkat pendidikan dan bonus prestasi.

"Aspek kebijakan, misalnya KONI atau Pemerintah membuat MOU dengan lembaga-lembaga untuk mereka bisa mengembangkan atau menjadi pelatih untuk regenerasi atlet. Aspek perilaku, perilaku hedonis atlet yang menjadi salah satu hambatan. Masalah kesejahteraan juga berpulang dari pola pikir dan perilaku atlet," paparnya.

"Terkadang atlet menghabiskan bonus untuk berfoya-foya. padahal baiknya diolah untuk investasi masa depan," tambahnya.

Kemudian aspek ketiga ialah tingkat pendidikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved