Jumat, 10 April 2026

Info Daerah

Draiv Ojek Mengaspal di Kei: Murah dan Menyejahterakan

an Terhitung sejak 2022 masuk Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual), Draiv mulus mengambil hati pasar lokal.

Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
Andi Ara
Foto bersama: Armada Draiv Kei bersama owner Andi Ara. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Draiv, perusahaan Startup lokal asal Banggai ini sukses merambah pasar digital lewat ojek online (Ojol).

Dan Terhitung sejak 2022 masuk Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual), Draiv mulus mengambil hati pasar lokal.

Draiv bahkan mendepak kompetitor lain ketika mengaspal di dua wilayah yang berbeda administratif itu. 

Padahal hanya bermodalkan promosi di media sosial.

Kepada TribunAmbon.com, Owner Draiv, Andi Ara mengaku, dirinya pun turun langsung sebagai driver untuk memastikan layanan terbaik tuk pengguna layanan.

Termasuk dalam mengajak pemuda setempat bergabung bersama Draiv.

Alhasil, hingga kini sudah bergabung 100 driver ojol, 12 mobil dan 290 UMKM.

Baca juga: BPS Maluku Tengah Open Recruitment Mitra Statistik 2024, Pendaftaran Buka sampai 15 November 2023

Baca juga: Profil Rizky Betaubun, Juara I CCR Anak Pesparani Nasional III: Bangun Subuh Tuk Belajar

Andi mengungkapkan ide awal memulai bisnis ini ini berangkat dari keresahan pribadi; susahnya aksesibilitas, pesan makanan juga kesulitan harus panggil ojek dahulu, kadang tarifnya terlalu mahal.

"Saya bekerjasama dengan perusahaan ojek online di Luwuk, dengan proses yang singkat akhirnya kita buka di Indonesia Timur, perdana di Kei untuk melayani Kota Tual dan Kabupaten Malra," ucapnya, Kamis (2/11/2023).

Lanjutnya, tarif Draiv mengikuti acuan dari kementerian perhubungan (Kemenhub), dimana Maluku merupakan zona 3.

Sehingga dipastikan tarifnya masih masuk akal.

Skema pembagian keuntungan pun sangat memanusiakan, 

"Untuk skema pembagian keuntungan kita kenakan potongan 12 persen untuk setiap pengemudi, sehingga untuk pemasukan driver bisa di atas rata-rata," jelas Ketua HIPMI Malra itu.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan data per tanggal 1 November 2023, paling tinggi penghasilan Rp. 6 juta, paling rendah Rp. 3 juta rupiah tergantung upaya kerja masing-masing di lapangan.

Ia pun berharap kehadiran draiv dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda maupun masyarakat lainnya sehingga mengurangi angka pengangguran.

Sebab, jasa ojol akan menyerap puluhan hingga ratusan sumber daya manusia (SDM) usia minimal 17 tahun ke atas.

"Harapan kita dapat mengurangi angka pengangguran karena mahasiswa ataupun pemuda yang lain bisa mendaftar jadi driver," imbuhnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved