Ambon Hari Ini
Ikan Terbang Bawa Kelompok Usaha Watkidat Raup Belasan Juta
Ketiganya ialah produk olahan Ikan Terbang, katanya itu jenis ikan itu tak laku dijual. Namun, justru kondisi itu melahirkan ide bisnisnya.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
MALRA, TRIBUNAMBON.COM – "Ternyata jika diolah dengan baik, hasil laut yang tak laku bisa jadi laris," cetus Sri Fany Mony sambil menunjukan produk olahannya.
Ada abon ikan, naget ikan dan ikan asap.
Ketiganya ialah produk olahan Ikan Terbang, katanya itu jenis ikan itu tak laku dijual.
Namun, justru kondisi itu melahirkan ide bisnisnya.
Tak main-main, kelompok usahanya bisa menghasilkan hingga Rp 13 juta dalam satu bulan.
Dijelaskan, harga ikan asap cair dibandrol Rp 65 ribu per 100 gram, sedangkan abon seharga Rp 35 ribu perkemasan dan nugget juga dengan harga yang sama.
Dia meyakini, pendapatan bisa jauh lebih besar, hanya saja masih terkendala pemasaran.
"Selama usaha ini dirintis hingga kini (1 tahun) telah meraup untung bersih hingga 13 juta rupiah, kami masih sulit dalam pemasaran," ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com di Ohoi Rerean, Rabu (25/10/2023).
Lanjutnya, selain praktis dalam penyajian, produk olahan ikan terbang produksinya juga tahan lama hingga tiga bulan.
Asalkan disimpan di dalam lemari pendingin.
“Praktis, produk ini dapat digoreng ditemani sambal sebagai pelengkap, jadi panganan pas di saat malas gerak atau bisa juga diolah tergantung selera,” katanya.
Balik ke ide awal, Fany meyakini tidak ada hal yang sulit jika kita mau mencoba dan tentu butuh ketekunan.
Produk olahannya jadi bukti pengolahan sumber daya kelautan yang malah bukan andalan namun kini menjanjikan.
Bahan hingga produksinya pun juga cukup mudah; ikan terbang yang dicampur dengan cairan asap, garam dan air putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ikan-Asap-Cair.jpg)