Hari Osteoporosis Sedunia
Hari Osteoporosis Sedunia, dr. Wijaya Ingatkan Warga Maluku Jaga Kesehatan Tulang Sejak Dini
Disebutkan, ada tiga lokasi patah tulang yang kerap dialami pasien. Yakni, patah tulang belakang; yang bisa menyebabkan saraf terjepit.
Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Adjeng Hatalea
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Hari Osteoporosis Sedunia diperingati hari ini, 20 Oktober 2023.
Dokter Spesialis Ortopaedi Konsultan Panggul dan Lutut, Ahli Ilmu Faal Olahraga-Klinis, dr. Wijaya Johanes Chendra, Sp.OT(K) menuturkan, Hari Osteoporosis Sedunia adalah saat yang tepat untuk masyarakat lebih memahami dan meningkatkan kesadaran tentang Osteoporosis.
“Osteoporosis kalau dalam bahasa awam dan paling gampang dimengerti itu adalah pengeroposan tulang.Tapi, sebenarnya Osteoporosis itu ada tahapan-tahapannya. Ada yang dalam kondisi normal, ada yang sudah mulai keropos yang kita sebut Osteopenia, atau yang sudah keropos yang kita kenal dengan Osteoporosis,” tutur dr. Wijaya saat live di program Bastory TribunAmbon.com, yang dipandu Jurnalis Adjeng Hatalea, Jumat.
Osteoporosis disebut juga silent disease, karena secara diam-diam mengerogoti tulang tanpa penderita menyadarinya.
Kurang lebih delapan tahun menjalani tugas di Kota Ambon, Maluku, dr. Wijaya kerap dihadapkan dengan pasien yang datang dengan kondisi patah tulang.
“Osteoporosis ini silent disease, kebanyakan pasien datang ke kami dengan kondisi yang sudah terjadi sesuatu. Patah tulang, misalnya. Nah, patah tulang ini sebenarnya sifatnya minimal atau kecil. Jadi, mungkin bagi orang-orang yang sehat ketika dia mengalami trauma yang sama, dia tidak apa-apa. Tapi pada orang yang mengalami Osteoporosis, itu bisa terjadi patah tulang. Contoh kasusnya, ada orang yang terpeleset di kamar mandi, patah tulang,” sebutnya.
Disebutkan, ada tiga lokasi patah tulang yang kerap dialami pasien.
Yakni, patah tulang belakang; yang bisa menyebabkan saraf terjepit.
Kedua, jatuh terpleset; biasa terjadi patah tulang panggul.
Baca juga: RS Siloam Teken Kerjasama dengan FK Universitas Indonesia Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Maluku
Terakhir, jatuh menopang; ketika penderita menopang berat badan dengan tangan, maka yang terjadi adalah patah pergelangan tangan.
Untuk merawat pasien dengan keluhan-keluhan di atas, Rumah Sakit Siloam Ambon memiliki fasilitas yang mumpuni.
“Di Rumah Sakit Siloam Ambon tentu sudah menyiapkan dari lini terdepan hingga lini terakhir. Jadi, jika ada pasien yang mengalami kejadian seperti itu, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan. Pemkeriksaan fisik, penunjang meliputi rontgen. Jika diperlukan kita akan melakukan pemeriksaan menggunakan CT Scan. Dan kalau perlu dilakukan suatu tindakan operasi, maka di Rumah Sakit Siloam Ambon pun kita mampu melakukan tindakan operasi untuk kasus-kasus seperti ini. Kalau saya sering melakukan operasi patah di tulang panggul. Di RS Siloam Ambon kami sudah bisa melakukan penggantian sendi panggul. Karena rata-rata yang orangtua menjalani penggantian sendi panggul ini,” ujar dr. Wijaya yang juga bertugas di Rumah Sakit Siloam Ambon ini.
Faktor risiko
Ada beberapa faktor risiko seseorang bisa terkena Osteoporosis yang disebutkan dr. Wijaya.
Dia mengklasifikasikannya dalam dua faktor risiko, yakni yang tidak bisa diubah dan bisa diubah.
Baca juga: Mengenal Komunitas Tamang Manis Siloam Hosiptal Ambon: Hindari Komplikasi Diabetes Bersama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/20102023-dr-Wijaya-Johanes-Chendra.jpg)