Senin, 4 Mei 2026

Bos Vivo Dipolisikan

Bos Vivo Maluku Akui Aniaya Isteri, Ini Alasannya

Dikatakan lebih lanjut, alasan dari tindakan KDRT gegara sang istri SJ sering memaki dia dan orangtuanya. Menurutnya sebagai menantu seharusnya SJ

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kekerasan 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Supervisor Vivo Maluku inisial RMI yang diduga melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya pun mengaku.

"Saya melakukan KDRT itu ada sebab, Saya tidak terima kalau dilaporkan bagini semua butuh bukti juga. Selain itu saya melakukan KDRT juga ada sebab, bukan mau asal pukul sembarangan saya juga tau etika," ungkapnya dalam pesan WhatsApp saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Senin (2/10/2023).

Dikatakan lebih lanjut, alasan dari tindakan KDRT gegara sang istri SJ sering melontarkan kata makin kepada dirinya juga orangtuanya.

Menurutnya sebagai menantu seharusnya SJ menghormati mertua.

"Saya paling tidak suka itu, dia suka maki-maki saya dengan orangtua, sebagai anak mantu dan istri itu pantas tidak," tegasnya.

Ditegaskan, setiap tindakan tentu ada sebab.

"Saya pukul dia juga semua ada sebab dan faktor, namanya manusia ada dia punya tingkat kesabaran. Saya juga mantan anak anggota TNI, saya tahu etika. Karena dibesarkan di dalam lingkungan asrama jadi saya tahu mana yang baik dan yang tidak baik itu bagaimana, jelasnya.

Baca juga: Bos Vivo Maluku Dilaporkan KDRT, Isteri: Dipukul Pakai Helm Hingga Ancam Dibunuh

Selain itu, SJ juga disebut kerap buat keributan serta tidak memberi pelayanan yang baik idealnya istri.

"Setiap saya lagi chat dengan mantan atau bawahan saya, dia buat keributan dalam kos. Manusia siapa yang tidak emosi. Terlebih baju sampai makan saya diurus sama mama saya bukan dia. Baju saya yang cuci itu mama saya," tuturnya kesal.

Menyoal kekerasan dilakukan dalam kondisi mabuk.

RIM membenarkan hal tersebut, namun dipastikan masih tetap sadar dan bukan mabuk berat.

"Saya biasa mabuk dari waktu masih sekolah dan mabuk juga tidak sampai teler, kalau teler saya tidak mungkin  bisa bawa motor dari kota sampai ke rumah. Paling saya sudah tabrak orang kiri kanan kalau teler. Jadi saat melakukan kekerasan itu saya masih dalam keadaan sadar," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya RMI dilaporkan istrinya SJ dengan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

SJ mengaku kerap alami tindak kekerasan, dipukul menggunakan dengan helm bahkan ancaman akan dibunuh.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janete Luhukay membenarkan pelaporan tersebut.

Tertuang dalam nomor laporan LP/B/400/IX/2023/SPKT dengan perkara tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berdasarkan UU RI No.23 Tahun 2004.

"Benar ada laporannya tapi nanti di cek dulu perkembangannya," ungkapnya saat ditemui TribunAmbon.com, Senin. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved