Menuju 2024

Hasil Survei Murad Ismail Rendah, Ini Penjelasan Pengamat Politik

Turunnya rating Gubernur Maluku itu dipengaruhi beberapa faktor atau alasan penting, yakni tingkat kepuasan dan kegagalan memimpin, sehingga banyak

|
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Fandi Wattimena
Sumber : Facebook Murad Ismail
Gubernur Maluku, Murad Ismail 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menempatkan Murad Ismail di posisi kedua setelah Jaffry A. Rahawarin dengan presentasi 18,4 persen.

Turunnya rating Gubernur Maluku itu dipengaruhi beberapa faktor atau alasan penting, yakni tingkat kepuasan dan kegagalan memimpin, sehingga banyak yang tak ingin dirinya kembali terpilih.

Menanggapi itu, Pengamat Politik A.B Solissa menerangkan rendahnya elektabilitas MI dan Barnabas Orno ditengarai kinerja pemerintahan dikelola tidak secara baik.

Untuk itu, lahirlah ketidakpuasan publik karena kemiskinan, ketertinggalan, dan potret pengangguran adalah catatan buram bagi pemerintahan yang dipimpinnya.

“Menurut saya, beragam potret buram di masa kepemimpinan MI dan Orno inilah yang menyebabkan rating pemilih tergerus,” ucap Solissa saat dihubungi TribunAmbon.com via telepon, Selasa (29/8/2023).

Selain itu, Kata dia, gaya kepemimpinan MI dianggap tidak relevan dengan karakteristik masyarakat Maluku, sedangkan JAR sukses membangun diferensiasi dan posisi yang baik.

Lebih lagi, JAR seringkali tampil rendah hati dan terbuka sehingga mampu mencuri perhatian publik.

Abu Bakar Solissa 1
Pengamat Politik, A.B Solissa

Baca juga: Hasil Survei Tren Pendukung Murad Ismail Menurun, Ternyata Ini Alasannya

Baca juga: Bek Tangguh Kalesang FC Lolos EPA U-16 Rans Nusantara

“Leadership MI tidak kompatibel dengan karakteristik masyarakat Maluku. Berbanding terbalik, yang dilakukan JAR merupakan anti tesa dari MI,” terang Direktur Executive Partner Politik Indonesia itu.

Namun, politik itu dinamis dan sangat unpredictable atau tidak dapat diprediksi, hasil survei saat ini tidak merefleksikan dinamika politik di tahun depan.

Menurutnya, segala kemungkinan bisa terjadi. Sekarang JAR unggul tapi siapa yang menjamin satu-dua bulan kedepan masih tetap unggul.

“Hasil survei saat ini tidak merefleksikan dinamika politik di tahun 2024. Siapa yang menjamin JAR masih unggul dikemudian hari? Bisa saja Murad reborn di posisi pertama,” tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved