Selasa, 12 Mei 2026

Info Indonesia Timur

Air Mata Pj. Gubernur Papua Selatan Jatuh saat Upacara HUT ke-78 RI

Harunya tak terbendung setelah bendera merah putih berkibar sempurna di langit Stadion Katalpal Merauke, Papua Selatan.

Tayang:
Editor: Fandi Wattimena
TribunPapua.com
Pelaksanaan upacara HUT ke-78 RI di Stadion Katalpal, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan 

TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo menitihkan air mata saat pelaksanaan upacara bendera peringatan hari ulang tahun ke 78 Republik Indonesia.

Harunya tak terbendung setelah bendera merah putih berkibar sempurna di langit Stadion Katalpal Merauke, Papua Selatan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Apolo mengiyakan bahwa dirinya sempat menitihkan air mata dalam momen upacara bendera HUT ke 78 RI.

Katanya, dirinya merasakan betul atmosfir detik detik penaikan bendera, mengingat Mantan rektor Universitas Cenderawasih itu adalah mantan paskibra.

"Sebenarnya saya mengikuti seluruh rangkaian upacara itu dengan perasaan cemas, karena saya mantan Paskibra jadi saya tahu, kerena pusat upacara ada di situ. Kalau mereka gagal, maka seluruh rangkaian itu juga gagal," ucap Apolo di kantornya, kepada wartawan, Kamis (17/8/2023).

Apolo merasa bahwa, penghayatan perjuangan para pendahulu disaat melawan penjajah hingga negara Indonesia Merdeka, masih tertanam pada dirinya.

"Kehadiran kita, kebersamaan kita itu adalah simbol bahwa kita menghormati para pahlawan dan kita bertekad untuk melanjutkan perjuangan itu dengan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang," tuturnya.

Baca juga: Barnabas Orno Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Merdeka Ambon

Baca juga: Tiga Bulan Tak Kunjung Dibayar, Nakes Sesalkan Sikap Pemda Seram Bagian Barat

Dia pun merasa bangga, sebab Paskibraka Papua Selatan dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Apa yang telah ditorehkan, dapat menjadi acuan bagi penerus bangsa di provinsi Papua Selatan.

Apolo juga menceritakan bahwa, seorang guru bakal merasa bangga ketika melihat anak-anak didiknya berhasil. Lain halnya jika gagal, maka seorang guru jalan dengan kepala tertunduk.

"Air mata itu bukan berarti ungkapan dari kesedihan, Kadang kita bahagia hingga menitihkan air mata, jadi itu adalah ungkapan bangga, bahagia, terharu dan senang," tutup Pj gubernur.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 4 Insiden Saat HUT ke-78 RI di Papua Selatan: Gubernur Menangis hingga Bendera Bintang Kejora Viral, https://papua.tribunnews.com/2023/08/19/4-insiden-saat-hut-ke-78-ri-di-papua-selatan-gubernur-menangis-hingga-bendera-bintang-kejora-viral?page=3.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Paul Manahara Tambunan

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved