Maluku Terkini

Dampak Putusnya Jembatan Kawanua, Empat Hari Distribusi Sembako Terhenti

Salah satunya adalah soal distribusi sembako dengan tujuan sebagian desa di wilayah Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Telutih

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbom.com / Lukman Mukadar
Transportasi laut yang kurang memadai dan cuaca penghujan sebabkan distribusi sembako dari Kota Masohi ke Kecamatan Telutih, Siwalalat terhenti. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Terputusnya Jembatan Kawanua menyebabkan aktivitas warga di pesisir selatan Pulau Seram terhambat.

Salah satunya adalah soal distribusi sembako dengan tujuan sebagian desa di wilayah Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Telutih juga warga Kecamata Siwalalat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terhenti. 

Sampai hari ini, Jumat (14/7/2023) sudah terhitung empat hari pasca putusnya jembatan tersebut, distribusi sembako terhenti.

Selain itu, hasil produksi Cengkih, Pala dan Kopra milik pelaku usaha juga tidak  bisa distribusi ke Kota Masohi ataupun ke Ambon. 

"(Sejak 9 Juli) sampai saat ini distribusi kebutuhan sembako ke arah Telutih Maluku Tengah, serta ke Kecamatan Siwalalat dan Werinama Kabupaten SBT masih terhenti. Produk milik pelaku usaha seperti cengkeh, pala dan kopra itu tidak bisa didistribusi ke Masohi ataupun ke Ambon dampak dari jembatan roboh," kata Camat Tehoru, Rusman Angkotasan di Tehoru Kamis (13/7/2023).

Produk tersebut biasanya didistribusi menggunakan mobil dump truk.

Namun, akibat roboh jembatan terpanjang di Maluku itu, pelaku usaha enggan menggunakan jasa transportasi laut karena biaya yang cukup mahal.

Baca juga: Kementerian PUPR Targetkan Perbaikan Jembatan Kawanua Selesai 4 Bulan Kedepan

Selain itu armada transportasi laut kurang memadai untuk membawa  produk rempah-rempah tersebut.

"Pelaku usaha jika distribusi produk dengan menggunakan transportasi laut pasti akan membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga mereka tidak mau," tandas Angkotasan. 

Sementara itu, warga yang menggunakan jasa Longboat untuk menyeberang dari dan ke Pelabuhan Tehoru meminta ada penyiapan pelampung untuk mengantisipasi hal buruk saat menyeberang. 

"Mereka berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan menyiapkan pelampung. Karena kemarin ada warga yang menyeberang menggunakan Longboad harus lompat sebelum Longboad mencapai daratan karena ada air masuk akibat gelombang tinggi," ungkapnya. 

Dengan kondisi ini warga setempat berharap pembangunan jembatan Wae Kawanya segera diperbaiki minimal akses darurat agar jalur transportasi darat itu bisa kembali pulih. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved