Kamis, 23 April 2026

Info Daerah

Bulan Ini, Permintaan Vaksin Rabies Meningkat di Maluku Tengah

Namun, tingginya permintaan bukan disebabkan tingginya kasus rabies, melainkan kasus terkena gigitan hingga cakaran anjing.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
tribun Bali
Ilustrasi Anjing Rabies - Bocah 6 Tahun di Tabanan Diserang Anjing Rabies, Menderita Luka Gigitan di Lengan hingga Jari. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tengah, Zahlul Ikhsan mengatakan, permintaaan vaksi rabies meningkat tajam beberapa pekan terakhir.

Namun, tingginya permintaan bukan disebabkan tingginya kasus rabies, melainkan kasus terkena gigitan hingga cakaran anjing.

"Permintaan vaksin (rabies) tinggi sekarang. Karena itu, (warga) digigit sedikit atau dicakar sedikit minta vaksin. Padahal belum ada kasus anjing yang terkonfirmasi mengidap rabies. Jadi bukan kasus rabiesnya tinggi, tapi laporan kasus gigitan anjing meningkat," ujar Ikhsan kepada wartawan di Masohi, Selasa (20/6/2023).

Lanjutnya, daerah dengan permintaan tinggi, diantaranya; Kecamatan TNS (Layeni), Saparua (Haria  dan Boi), Kecamatan Salahutu (Suli).

Menuruntya, tak mudah menyimpulkan gigitan anjing mengarah ke rabies. Karena perlu ada observasi pasti tentang hewan yang disebut mengidap rabies tersebut.

"Seharusnya kan ketika ada kasus gigitan itu harus dievaluasi dulu anjinnya mati dalam 2 hari atau tidak setelah gigit warga. Kalau mati kepala anjinya dibawakan ke bagian laboratorium di provinsi nah disitu baru diketahui rabies atau tidak," ujarnya.

Sementara itu Direktur RSUD Masohi, dr. Hery Siswanto membenarkan ada pasien yang dirawat dengan gejala rabies.

Baca juga: KPU Maluku Tengah Tetapkan Jumlah TPS Sebanyak 1.237

Baca juga: Gelar Rakerkesda, Dinkes Maluku Fokus Transformasi Layanan Primer

"Total 3 orang, 1 meninggal, 1 sedang dirawat, 1 rawat jalan," ujar dokter ahli bedah yang dikonfirnasi soa kasus pasien diagnosa rabies yang dirawat di RSUD Masohi.

Dikutip dari yankes.kemkes.go.id bahwa Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies.

Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera.

Di Indonesia rabies atau yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

Berikut ini langkah-langkah pencegahan terinfeksi virus rabies adalah dengan mengurangi faktor-faktor risiko dengan cara;
1.  Melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.
2.  Mendapatkan vaksin rabies untuk diri sendiri.
3.  Menjaga kontak dari hewan yang berpotensi memiliki virus rabies.
4.  Menjaga hewan peliharaan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau asing.
5.  Melaporkan ke petugas kesehatan apabila menemui seseorang atau hewan yang mempunyai gejala rabies.
6.  Cegah hewan-hewan lain yang berpotensi menyebarkan rabies masuk kedalam rumah.

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved