Kuliner Maluku
Ketupat Daun Pandan, Kuliner Khas Negeri Waai - Malteng
Namanya ketupat daun pandan, salah satu kuliner khas Negeri Waai, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketupat merupakan salah satu penganan khas di Indonesia.
Pada umumnya ketupat dibuat menggunakan daun kelapa.
Namun ketupat kali ini sedikit berbeda, daun yang dipakai adalah daun pandan.
Namanya ketupat daun pandan, salah satu kuliner khas Negeri Waai, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah.
Aroma daun pandan membuat ketupat satu ini sangat digemari.
Kuliner satu ini juga jarang dijual.
Pasalnya, warga setempat hanya membuat untuk acara-acara tertentu, seperti pada acara Pasar Injil yang diadakan setiap bulan September.
Baca juga: Basudara Benelli Ambon: Rindu yang Menyeruak hingga Dijamin Auto Ganteng
Baca juga: Ohara Sushi di Kota Ambon, Rasa dan Tongkrongan Bikin Betah
"Ketupat daun pandan ini jarang orang buat. Biasanya kalau ada acara tertentu baru ada, seperti Pasar Injil di bulan September atau acara-acara makan patita," ucap salah satu warga Negeri Waai, Mada Kayadu kepada TribunAmbon.com, Senin (19/6/2023).
Dijelaskannya, ketupat daun pandan dibuat bukan dari daun pandan yang biasanya, daun pandan yang dipakai adalah daun pandan dari pohon pandan yang berukuran besar.
Di negeri Waai pohon pandan dapat ditemui di kebun milik warga.
"Ketupat daun pandan ini tidak bisa pakai daun pandan yang kecil, harus dari pohon pandan yang besar. Pohonnya banyak tumbuh di kebun-kebun," jelasnya.
Proses memasak pun kurang lebih sama dengan ketupat pada umumnya.
Tetapi membutuhkan waktu satu jam lebih lama.
"Kalau masak ketupat dari duan kelapa mungkin bisa satu jam saja tapi kalau ketupat daun pandan ini memakan waktu sekitar 2 jam," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ketupat-Daun-Pandan.jpg)