Sabtu, 11 April 2026

Viral Kabar Swedia Adakan Lomba Seks Pertama di Dunia, Ternyata Hoaks

Berdasarkan informasi yang beredar, lomba seks Eropa dijadwalkan dimulai pada 8 Juni 2023 dan berlangsung selama enam minggu, dilansir Times of India.

Editor: Fitriana Andriyani
Freepik
Ilustrasi hubungan seksual: Berdasarkan informasi yang beredar, lomba seks Eropa dijadwalkan dimulai pada 8 Juni 2023 dan berlangsung selama enam minggu, dilansir Times of India. 

TRIBUNAMBON.COM - Belakangan media sosial dihebohkan dengan kabar Swedia menjadikan seks sebagai olahraga.

Kabar tersebut diikuti dengan kabar digelarnya lomba seks pertama di dunia yang akan digelar di Swedia Juni 2023.

Kabar tersebut rupanya hoaks atau berita bohong.

Berdasarkan informasi yang beredar, lomba seks Eropa dijadwalkan dimulai pada 8 Juni 2023 dan berlangsung selama enam minggu, terang laporan Times of India.

Nantinya, panel juri akan memilih pemenang lomba, selain itu penonton juga dapat memberikan suaranya.

Kemistri pasangan, pemahaman mereka tentang seks, dan lain-lain, semua akan diperhitungkan saat memutuskan siapa yang akan menang pada akhirnya.

Peserta akan menerima poin berdasarkan pemahamam mereka tentang hal itu.

Berita hoaks

Dikutip dari NDTV, rupanya berita tersebut, ternyata hoaks.

Menurut outlet berita Swedia Goterborgs-Posten, proposal tersebut ditolak pada April tahun ini.

Hoax <a href='https://ambon.tribunnews.com/tag/swedia' title='Swedia'>Swedia</a> akan menjadi tuan rumah <a href='https://ambon.tribunnews.com/tag/lomba-seks' title='lomba seks'>lomba seks</a> pertama di dunia pada Juni 2023.

Menurut outlet Swedia, ada Federasi Seks di negara Swedia dan ketuanya Dragan Bractic menyerukan kejuaraan diselenggarakan, menyoroti dampak kesehatan fisik dan mental dari seks pada manusia.

Bractic telah mengajukan aplikasi pada bulan Januari tahun ini.

Namun, permohonan federasi untuk menjadi anggota Konfederasi Olahraga Nasional ditolak, kata Goterborgs-Posten dalam laporannya pada 26 April.

"Itu tidak memenuhi persyaratan kami dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa aplikasi ini telah ditolak," kata ketua federasi olahraga Bjorn Eriksson kepada outlet berita lokal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved