Tradisi Pukul Sapu
Buyung Lessy Merumput di Stadion Hatusela, Kali Ini Dia Menggenggam Sapu dengan Luka di Tubuh
Keikutsertaan Buyung dalam tradisi adat di tanah kelahirannya itu jadi yang kedua kali setelah dirinya bergabung dengan Barito Putra Oktober 2021
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena
AMBON, TRIBUNAMON.COM - Buyung Ismu Lessy jadi satu dari 80 perserta atraksi Pukul Sapu di Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Sabtu (29/4/2023).
Keikutsertaan Buyung dalam tradisi adat di tanah kelahirannya itu jadi yang kedua kali setelah dirinya bergabung dengan Barito Putra Oktober 2021.
Kepada TribunAmbon.com, pemain sepak bola kelahiran 1999 itu mengaku selalu merindukan berada di tengah Stadion Hatusela sebagai peserta.
Meski diakuinya, menjadi peserta tradisi yang akrab disebut 'paciki' dalam bahasa setempat itu 'menyakitkan'.
Lantaran, pecutan sapu lidi meninggalkan perih akibat luka pada kulit.
“Sakitnya itu luar biasa,” ujar Buyung, Minggu (30/4/2023).

Dijelaskan, pukul sapu baginya tidak hanya soal keberanian dan ketahan fisik menahan sakit.
Melainkan tentang menjaga tradisi leluhur, persaudaraan hingga sportifitas.
Dia pun memastikan tidak kapok dan siap kembali ke Stadion Hatusela jika diminta.
Baca juga: Paduan Trompet Waai Ramaikan Atraksi Pukul Sapu di Morella
“Ke depan saya tetap ikut,” tandasnya.
Dalam atraksi pukul sapu, dua kelompok pemuda bertelanjang dada saling memecut dengan batang sapu lidi berukuran besar.
Pecutan yang keras mengakibatkan luka robek pada kulit.
Selanjutnya, usai berlaga, pemimpin spiritual akan melumuri luka dengan minyak yang didoakan untuk penyembuhan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.