BPJN Maluku Bangun 247 Jembatan dan 436 Km Jalan dalam Tiga Tahun Terakhir

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku telah membangun 247 jembatan terhitung sejak 2020 hingga 2022.

Tanita
Konferensi Pers -- Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku menyebut telah membangun 247 jembatan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku telah membangun 247 jembatan terhitung sejak 2020 hingga 2022.

Serta membuat 436 kilometer jalan.

Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah I Maluku, Ulwan Talaohu mengatakan ratusan jembatan yang dibangun itu dengan total panjang 21.800 meter.

Sementara jalanan sebanyak 36 titik yang tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Buru.

"Oleh karena itu, Kita satker PJN diberikan kewenangan untuk mengelola infrastruktur jalan Nasional dengan panjang sekitar 437 km dan jembatan 21.800 meter," kata Talaohu kepada wartawan, Jumat (29/4/2023) sore.

Baca juga: Nyobain Nasi Kuning Mama Fatma di Tulehu Harga Mulai Rp 5 Ribu

Lanjutnya, khusus Kota Ambon pada tahun 2022, Satker PJN Wilayah I merenovasi tiga jembatan.

Yakni Wailawa di Laha, Waipoka di Poka dan Wailapu di Halong.

“Memang tiga jembatan itu mengalami keterlambatan tetapi kami lakukan pengembalian ke negara. Semua aturan kami laksanakan karena kami diaudit oleh BPK RI. Karena item yang kurang saja menjadi temuan,” jelasnya.

Adapula perbaikan di Namlea – Namrole KM 90 yang juga terputus akibat bencana alam telah dilakukan penanganan cepat.

Juga perbaikan jalan di Waigeren yang rusak akibat erosi sungai Waiapu, kemudian dikoordinasikan dengan Balai Wilayah Sungai dan ke pusat.

Baca juga: Pedagang Pasar Mardika Curhat Susah Dapat Beras Bulog: Sering Kosong

Serta Waikaka untuk penanganan erosi.

Selanjutnya perbaikan jembatan Waimala yang putus dan mengakibatkan akses transportasi terputus termasuk akses jalan Kairatu –  Masohi.

“Menurut saya bahwa ini butuh kerja sama kita bersama yang ada di daerah ini, agar akses jalan semua bisa di kerjakan dan masyarakat terlepas dari keterisolasian. Jadi BPJN Maluku selama ini berkerja keras untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Hingga secara keselurhan, dengan status pemantapan jalan hingga semester Il tahun 2022 sudah 96,5 persen, progres naik dari 90 persen.

"Pastinya ada kendala yang selalu kami hadapi terkait permasalahan tanah karena memang di Kota Ambon sendiri sangat rawan terkait pelaksanaan pekerjaan. Apabila memasuki tanah wilayah masyarakat menjadi kendala dan itu dihadapi sepanjang pekerjaan 2022 kemarin,” tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved