Perwujudan Ambon Bersih

Penyumbang Sampah Terbanyak Ada di Kebun Cengkeh - Stain, Wattimena Rencana Buat TPS Terintegrasi

Dengan ini ia mengaku, akan membuat terobosan baru yakni membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terintegrasi di kawasan Batu Merah.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbom.com / Fahroni
SAMPAH: Sampah yang meluber di Jl. Tanjakan 2000, Kota Ambon, Minggu (23/04/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan area Kebun Cengkeh, Tanjakan 2000, hingga Stain, Batu Merah, Sirimau jadi lokasi penyumbang sampah terbanyak di Kota Ambon.

Hal itu diungkapkan Wattimena di studio TribunAmbon.com saat menjadi narasumber Tribun Bastroy dengan tema Menilik Terobosan Pj. Wali Kota Ambon, yang dipandu Jurnalis Adjeng Hatalea, Kamis (27/4/2023) sore.

“Mulai dari Kebun Cengkeh, Tanjakan 2000, sampai putaran Arbes Stain itu volume terbesar sampah di Ambon ada disitu,” kata Wattimena.

Dengan ini ia mengaku, akan membuat terobosan baru yakni membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terintegrasi di kawasan Desa Batu Merah.

TPS terintegrasi itu nantinya jadi lokasi pemilahan sampah oleh relawan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sendiri.

“Kami sementara berupaya untuk membuat sistem pengelohan sampah terpadu terintegrasi di kawasan Batu Merah,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika ada temuan sampah plastik dalam proses pemilahan, nantinya akan dinual ke pabrik plastik.

Baca juga: 11 Kebijakan Prioritas, Wattimena Akui Paling Sulit di Perwujudan Ambon Bersih

Sampah lainnya yang masih bisa diolah pun akan dibawa ke pakan ternak.

Sementara bagi sampah yang memang tidak bisa dimanfaatkan lagi baru dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Jadi dengan armada pengangkut sampah kita yang bisa muat hingga 10 ton kan tidak lagi angkut semua sampah karena sudah dipilah-pilah,” terang Wattimena.

Rencana pembangunan TPS terintegrasi ini lanjutnya dibutuhkan lahan yang cukup luas karena akan dibangun sekitar lima sampai enam TPS.

“Karena memang sudah hampir tiga bulan kami berupaya untuk membangun TPS tapi ditolak oleh masyarakat karena mereka tidak mau mencium bau sampah, tidak mau depan rumah mereka ada bak sampah sampai bak sampah kami dibongkar dimana-mana itu yang masih menjadi kendala kami,” tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved