Fasilitas Kesehatan
Kepala Puskesmas Laimu Benarkan Petugasnya Ngeluh Kurang Fasilitas Hingga Pasien Meninggal
Dijelaskan kejadiannya, saat itu petugas sementara melayani pasien yang membutuhkan oksigen transpor untuk langkah rujukan ke Masohi.
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Puskesmas Laimu, Rustam Samalehu membenarkan pesan WhatsApp petugasnya menyoal kurangnya fasilitas kesehatan hingga berujung pasien meninggal.
"Iya itu memang benar Chatingan saya dan salah satu petugas saya," ujar Kapus saat dikonfirmasi TribunAmbon.com via Telepon, Kamis (13/4/2023).
Dijelaskan kejadiannya, saat itu petugas sementara melayani pasien yang membutuhkan oksigen transport untuk langkah rujukan ke Masohi.
Namun, tabung oksigen yang dimiliki puskesmas kosong atau tidak berisi.
"Jadi waktu itu kan dia yang tangani pasien dia kepala perawat kita, saat itu mau ambil langkah rujukan tapi tidak bisa karena tabung oksigen transport kita kosong tidak ada isi, makannya dia keluhkan itu ke saya," ujar Samalehu.
Lanjutnya, sebelum itu dia sudah berkordinasi dengan sejumlah puskesma terdekat, salah satunya puskesmas Tehoru namun juga tidak punya oksigen transport.
Baca juga: Beredar Isi Chat Petugas Puskesmas Laimu Soal Kurangnya Fasikes Sebabkan Pasien Meninggal Dunia
Baca juga: Zahlul Ikhsan Akui Sejumlah Puskesmas di Maluku Tengah Minim Alat Transfer Oksigen
"Lalu kita upayakan mengisi tabung di Masohi, di toko Swallow tapi di sana hanya mengisi tabung besar tidak ada untuk tabung kecil (transpor) di RSUD juga tidak ada cadangan pengisian tuk tabung kecil," jelas Samalehu.
"Kalau tabung besar di puskesmas ada tersedia hanya tabung kecil kita untuk rujuk ini yang tidak ada isi," imbuhnya.
Dia pun mencoba mengirim tabung untuk pengisian di Ambon namun tidak ada jasa pengiriman yang bersedia membawa tabung oksigen tersebut.
"Sudah, saat itu kita sudah coba mau kirim ke Ambon cuman tidak ada yang bersedia untuk bawa ke Ambon karena di Resiko juga bawa tabung oksigen makannya mereka tidak bersedia," tutur Kapus.
Dari masalah ini, dia memastikan tidak akan membiarkan tabung oksigen di puskesmasnya dalam kondisi kosong.
"Alhamdulillah saya itu dari masalah ini jadi pelajaran, makannya biar tidak terulang lagi kedepan saya akan pastikan tabung oksigen kita tersedia untuk pelayanan," tutup Kapus.
Diberitakan, Beredar isi chat atau obrolan WhatsApp salah seorang petugas Puskesmas Laimu, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah.
Isi Chat itu berisikan keluhan yang disampaikan salah satu petugas Puskesmas Laimu, karena kurangnya fasilitas penunjang kesehatan di puskesmas tersebut, yakni alat transfer oksigen.
Akibat kekurangan fasilitas pendukung itu, menyebabkan seorang bayi bernama Fatimah kehilangan nyawa usai mengalami kejang-kejang (step) saat dirawat di Puskesmas Laimu.
Bayi malang itu dilaporkan telah meninggal dunia sejak Senin (10/4/2023) kemarin. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.