Jalan Lingkar Manipa
Bobby Tianotak: Infrastruktur Jalan di Pulau Manipa Harus Diutamakan
Pasalnya, para siswa harus melewati jalur bibir pantai dan membelah hutan untuk tiba di sekolah dengan waktu tempuh kurang lebih
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho
PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Komisi II DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyoroti kondisi prihatin yang dirasakan siswa di Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa.
Pasalnya, para siswa harus melewati jalur bibir pantai dan membelah hutan untuk tiba di sekolah dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.
"Soal jalan di Pulau Manipa, itu harus diutamakan. Butuh perhatian sangat intens dari Pemerintah Daerah lewat Dinas terkait," ucap Ketua Komisi II DPRD SBB, Bobby Gunawan Tianotak kepada TribunAmbon.com, Jumat (24/3/2023).
Jalur hutan atau pantai mempunyai tantangan, hambatan, dan rintangan masing-masing, maka kondisi seperti ini jangan dibiarkan terus-menerus.
Intinya, kebutuhan masyarakat harus terpenuhi agar generasi yang sedang menempuh pendidikan tidak merasa tersiksa.
Baca juga: Akhirnya Manipa Terang 24 Jam, Masyarakat Diminta Kerja Sama Jaga Sistem Jaringan Kelistrikan
"Poin ini perlu dipertimbangkan oleh Dinas PUPR. Intinya, yang dibutuhkan masyarakat mesti terpenuhi. Prioritas jalan untuk kepulauan Manipa," papar Tianotak.
Diberitakan sebelumnya, medan berat ditempuh para siswa di Luhutuban itu diberitahukan seorang guru, Shara Yudin yang setiap hari melewati rute dimaksud.
Diketahui, SMA Negeri 16 terlatak di Desa Masawoi, bila dihitung secara manual menghabiskan kurang lebih 3.956 langkah.
Terdata, sebanyak 149 siswa sedang mengikuti semester berjalan yang 73 di antaranya berasal dari Luhutuban dan petuanannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2432023-Bobby-Tianotak.jpg)