Minggu, 26 April 2026

Topang Ekonomi Masyarakat, Kepala Desa Nuruwe Targetkan 1000 Hektar Tanam Pisang Abaka

Kepala Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat Mon Matital menargetkan 500 hingga 1000 hektar lahan penanaman pisang Abaka.

Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Salama Picalouhata
Ramat Tutupoho
Kepala Desa Nuruwe, Mon Matital saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (14/3/2023). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho

PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat Mon Matital menargetkan 500 hingga 1000 hektar lahan penanaman pisang Abaka.

Pasalnya kata dia, Penanaman Modal Asing (PMA) dengan fokus orientasinya di sektor perkebunan yang digaungkan oleh PT. Spice Island Maluku sangat membantu dan menopang ekonomi masyarakat.

"Kali ini, pengembangan lahan pisang Abaka diawali dengan upacara adat. Hadirnya PT. Spice Island Maluku di Desa Nuruwe memberikan dampak positif untuk ekonomi masyarakat. Ke depannya, 500-1000 hektar dibuka lagi," papar Matital di Nuruwe kepada TribunAmbon.com, Selasa (14/3/2023).

Selain kerjasama yang baik persoalan lahan, tenaga kerjanya juga menyerap banyak masyarakat lokal, jadi sangat dibutuhkan koordinasi dan sinergitas yang baik.

Baca juga: Desa Nuruwe Seram Bagian Barat Gelar Upacara Adat Pengembangan Lahan tuk Tanam Pisang Abaka

Ia mengaku, hingga detik ini terdapat 150 masyarakat yang direkrut untuk menjadi tenaga kerja di perkebunan pisang Abaka.

"Hingga detik ini, kurang lebih sudah 150 tenaga kerja dari Nuruwe. Usai giat hari ini, bakal bertambah seiring pengembangan lahannya," pungkasnya.

Matital menegaskan, masyarakat secara kolektif mendukung kehadiran pisang abaka dan PT. Spice Island Maluku di Desa Nuruwe.

"Perlu saya tegaskan, masyarakat secara kolektif mendukung aktivitas perkebunan pisang abaka di Nuruwe," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved