Bentrok di Maluku Tengah
Warga Wakal Tewas Tertembak, Komnas HAM Maluku Bakal Investigasi
Rencana tersebut menyusul laporan keluarga korban akan kematian Muhamad Temarwut yang tewas tertembak saat ketegangan antar warga, Senin (29/2/2023).
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komnas HAM Provinsi Maluku akan menginvestigasi kematian salah seorang warga Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Muhamad Temarwut.
Rencana tersebut menyusul laporan keluarga korban akan kematian Muhamad Temarwut yang tewas tertembak saat ketegangan antar warga, Senin (29/2/2023).
"Kemarin keluarga korban sudah datang melaporkan hal ini ke kami. Sesuai kewenangan Komnas HAM, kami akan melakukan proses Pemantauan Lapangan atas peristiwa tersebut, dalam proses investigasi ini tentunya Komnas HAM Maluku akan bertemu dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi dan data awal," kata Plt Kepala Komnas HAM Maluku, Anselmus Sowa Bolen kepada TribunAmbon.com, Jumat (3/2/2023).
Dijelaskannya, setelah pengumpulan informasi dan data tersebut, pihaknya akan menganalisa lebih dalam.
Setelah itu barulah ada rekomendasi pusat dan langkah selanjutnya sesuai kewenangan Komnas HAM.
"Informasi dan data awal itu nantinya akan dilakukan analisa mendalam dan disampaikan ke pada Komisioner Komnas HAM RI untuk dapat ditindaklanjuti prosesnya, apakah itu berupa Rekomendasi atau langkah lainnya sesuai kewenangan Komnas HAM," tandasnya.
Baca juga: Tak Lolos Seleksi, Casis dan Orang Tua Datangi Markas Lantamal IX Ambon: Kami Dicurangi
Baca juga: Warga Wakal Tewas Tertembak, Subhan Patta Desak Copot Kapolresta Ambon
Diketahui, Muhamad Temarwut, tewas setelah timah panas menembus dada korban.
Peristiwa itu terjadi saat sejumlah anggota Brimob bersenjata memasuki Desa Wakal sambil melepaskan tembakan untuk menghalau massa agar tidak terlibat bentrok dengan warga Desa Hitu, Senin (27/2/2023) lalu.
Sementara itu, Kapolresta Pulau Ambon Kombes Pol. Raja Arthur Simamora memastikan penyelidikan mulai dilakukan, olah tempat kejadian perkara hingga uji balistik atas kejadian tersebut.
Saat ini, dia hanya menyimpulkan terkait peredaran senjata ilegal di tangan masyarakat.
"Jadi kesimpulanya masih ada juga beredar senjata api (secara illegal) di warga, kemudian pertanyaannya apakah itu ditembak petugas? butuh pembuktian, bicara fakta setelah selesai olah tempat kejadian (TKP). Karena saat petugas menghalau massa ada juga tembakan dari warga yang mengarah ke aparat keamanan," ujar Arthur.
Sebelumnya, terjadi aksi penembakan aparat keamanan di perbatasan Negeri Wakal - Hitu, Senin (29/2/2023).
Dijelaskan Kapolresta, penembakan diduga dilakukan oleh warga sipil berinisial RB alias Baret.
Penembakan diketahui menggunakan senjata organik.
Saat ini, pelaku penembakan masih dalam pengejaran aparat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-penembakan.jpg)