Kamis, 30 April 2026

Ambon Hari Ini

Sikapi Maraknya Tawuran Pelajar, Wali Kota Ambon: Jika Tak Bisa Dibina Musti Diskors

Menurut Bodewin, tindakan tegas perlu dilakukan agar aksi kekerasan di lingkungan pendidikan tidak terus berulang. 

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Tribun.Ambon.com/ Jenderal Louis
TAWURAN - Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan siswa yang terbukti terlibat tawuran harus diberikan sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah apabila sudah tidak dapat dibina lagi. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan siswa yang terbukti terlibat tawuran harus diberikan sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah apabila sudah tidak dapat dibina lagi.
  • Menurut Bodewin, tindakan tegas perlu dilakukan agar aksi kekerasan di lingkungan pendidikan tidak terus berulang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan sikap tegas Pemerintah Kota terhadap maraknya tawuran pelajar yang belakangan terjadi di kalangan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Bodewin, tindakan tegas perlu dilakukan agar aksi kekerasan di lingkungan pendidikan tidak terus berulang. 

Ia menegaskan siswa yang terbukti terlibat tawuran harus diberikan sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah apabila sudah tidak dapat dibina lagi.

“Siapa murid yang terlibat musti di skors, musti dikeluarkan kalau tidak bisa lagi dibina,” tegasnya, Senin (27/4/2026).

Bodewin menyayangkan masih adanya pelajar yang memilih menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. 

Menurut dia, generasi muda seharusnya dibentuk menjadi pribadi yang berkualitas, berprestasi, dan mampu bersaing secara positif, bukan memiliki mental tawuran.

Baca juga: Diduga Korupsi Rp17,1 Miliar, Jaksa dan Polisi Didesak Periksa Mantan Kadis Pendidikan Buru

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Jakarta - Makassar: 1, 2, 3, 6, 9 Mei 2026, Tarif Rp 563.000

“Bagaimana kita menciptakan generasi muda yang berkualitas kalau mental berkelahi, mental tawuran,” katanya.

Ia menilai persoalan tawuran pelajar bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar. 

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon meminta dukungan penuh dari kepala sekolah, para guru, hingga keluarga untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa.

Ketegasan yang diambil pemerintah, kata Bodewin, bukan semata-mata untuk menghukum pelajar, tetapi sebagai upaya menjaga masa depan generasi muda agar tidak terjerumus ke perilaku negatif.

Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa kembali terjadi di sekolah-sekolah di Kota Ambon.

Menurutnya, perubahan perilaku pelajar harus dimulai dari kesadaran siswa sendiri, diperkuat dengan pengawasan sekolah dan pendidikan karakter di lingkungan keluarga.

“Ini ketegasan saya untuk menjaga dan membina anak-anak ini supaya mereka tumbuh menjadi generasi muda yang tidak salah arah,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved