Ambon Hari Ini
Yayasan Pohon Sagoe Latih Guru PAUD Manfaatkan Sampah dan Bahan Alam untuk Alat Peraga
digelar selama tiga hari mulai dari 23 Februari hingga 25 Februari 2023 ini diinisiasi Yayasan Pohon Sagoe.
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 30 guru PAUD di Kecamatan Nusaniwe, Ambon mendapat pelatihan pemanfaatan sampah dan bahan alam untuk alat peraga.
Pelatihan yang digelar selama tiga hari mulai dari 23 Februari hingga 25 Februari 2023 ini diinisiasi Yayasan Pohon Sagoe.
Perwakilan Yayasan Pohon Sagoe, Tirsana Kailola mengatakan kegiatan pelatihan ini didasari minimnya pengelolaan sampah, dan tak sebanding dengan jumlah sampah yang bertambah.
Sekitar 220 ton sampah yang masuk setiap hari di Ambon.
Masyarakat juga masih bergantung dengan penggunaan plastik, yang menjadi salah satu jenis sampah yang susah diolah.
Baca juga: Tita, Wasit Perempuan Pertama di Liga Futsal Angkatan Kota Ambon
Baca juga: Pesona Pasir Putih di Pantai Kulur Pulau Saparua
"Anak-anak Indonesia khususnya Ambon belum mendapat edukasi berkelanjutan akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik kemasan. Hingga kini, masih sedikit sekolah di Maluku yang berkomitmen untuk menjadi sekolah yang ramah lingkungan," kata Kailola, Sabtu (25/2/2023).
Lanjutnya, dengan pelatihan ini, Yayasan Pohon Sagoe ingin menjadikan sekolah di Ambon lebih ramah lingkungan.
"Langkah untuk membuat sekolah yang ramah lingkungan menjadi sangat prioritas dengan adanya isu pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi saat ini. Inilah salah satu isu yang menjadi latar belakang diadakannya Pelatihan Pemanfaatan Sampah dan Bahan Alam untuk Alat Peraga di PAUD," katanya.
Dalam pelatihan ini, lanjutnya, para guru diajarkan konsep sekolah yang ramah anak dan lingkungan.
Serta bagaimana mewujudkannya lewat pemanfaatan bahan ajar yang berasal dari alam dan sampah, juga melakukan berbagai program pengurangan sampah plastik di sekolah.
Kailola berharap kegiatan kelas PAUD di Ambon akan lebih lagi bervariatif dan kepedulian akan lingkungan dapat ditumbuhkan bagi anak sejak usia dini, lewat aksi nyata setiap hari di sekolah masing-masing.
Sementara itu, IGTKI Maluku, Dortea juliana Sina mengatakan pemanfaatan sampah dan bahan alam sebagai bahan ajar merupakan salah satu program di dalam kegiatan ramah lingkungan.
Sampah dan media merupakan salah satu aspek dalam mengembangkan minat belajar anak-, khususnya anak usia dini.
Apalagi sampah dan bahan alam tergolong murah dan mudah didapat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/yayasan-pohon-sagu.jpg)