Papua Terkini
732 Warga Sipil Tewas dan 60.642 Mengungsi akibat Konflik Bersenjata di Papua
Hal itu disebutkan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) berdasarkan data yang dihimpun per Desember 2022.
JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 60.642 warga sipil mengungsi, dan 732 di antaranya meninggal dunia kibat konflik bersenjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ).
Hal itu disebutkan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras ) berdasarkan data yang dihimpun per Desember 2022.
"Selain harus meninggalkan tempat tinggal mereka, warga juga dihadapkan dengan gizi buruk yang menimpa anak-anak pengungsi disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang cukup selama warga berada di pengungsia," ujar Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2/2023).
Sebab itu, dia mendesak pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak para pengungsi akibat konflik bersenjata tersebut.
"Pemerintah Indonesia untuk segera menangani dan memberikan hak dasar pengungsi dari enam wilayah Papua sesuai dengan standar-standar hak asasi manusia," kata dia.
Di sisi lain, agar jumlah pengungsi tak semakin bertambah, Kontras mendesak agar TNI dan OPM segera menghentikan konflik bersenjata di Papua.
Kedua pihak yang bertikai ini juga diminta bisa menjamin keselamatan warga sipil.
Pemerintah Indonesia juga didesak segera memperjelas situasi penanganan konflik yang terjadi di Bumi Cendrawasih itu.
Baca juga: Fakta Pesawat Susi Air Dibakar di Papua: Adanya Dugaan Sabotase, Pilot dan Penumpang Belum Ada Kabar
"Situasi yang ada juga harus dijelaskan secara transparan dan berbasis akuntabilitas kepada publik serta masyarakat internasional," tutur Fatia.
Desakan terakhir ditunjukan Kontras kepada Komnas HAM dan pemerintah Indonesia untuk segera melakukan dialog damai dan mediasi kepada kelompok bersenjata di Papua.(*)
(Kompas.com / Singgih Wiryono / Bagus Santosa)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.