Lumbung Ikan Masional
Proyek Lumbung Ikan Nasional di Maluku Batal
Kepastian pembatalan LIN di Maluku itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Turaya Samal kepada wartawan di Gedung Baileo Karpan, S
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Proyek strategis nasional Lumbung Ikan Nasional (LIN) batal dibangun di Maluku.
Kepastian pembatalan LIN di Maluku itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Turaya Samal kepada wartawan di Gedung Baileo Karpan, Selasa (7/9/2023).
Turaya mengatakan, informasi pembatalan proyek strategis Nasional dari Pemerintah Pusat itu baru diketahui saat penyampaian aspirasi di DPR RI di Jakarta.
"Pas aspirasi kita baru dapat informasi bahwa tidak jadi, dibatalkan. Kemaren waktu kita ketemu anggota DPR RI, kita gak ketemu Pemerintah Pusat dan informasi itu kita dapat dari anggota DPR RI saat penyampaian aspirasi ternyata LIN itu tidak jadi di Maluku, dibatalkan," kata Turaya.
Lanjutnya, DPR RI ternyata juga baru mengetahui hal itu.
Nantinya DPR RI akan bertanya langsung ke kementerian terkait dan Pemerintah Pusat atas pembatalan tersebut.
Padahal janji LIN dan Ambon New Port sudah berulang kali disampaikan Pemerintah Pusat.
Bahkan, Kantor Staf Presiden atau KSP di Januari 2022 menepis LIN batal dan memastikan mega proyek itu terus berjalan.
"Ya kita DPRD sendiri juga harus menanyakan ke Pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait dan juga Gubernur kenapa ini tidak jadi dan informasi itu juga tidak sampai ke kita. Saya tidak tahu dengan yang lain tapi saya pribadi tidak tahu informasi itu dan kaget Juga ketika dinyatakan kemarin ada informasi LIN tidak jadi," tegasnya.
Baca juga: Sempat Dinyatakan Batal, Pemda Maluku Sebut Perpres LIN Segera Terbit
Sebelumnya, di Tahun 2022, proyek LIN dan ANP disebut batal lantaran ada gunung berapi aktif di dasar laut.
“Betapa terkejutnya kami 8 wakil rakyat daei Maluku saat mendengar pernyataan Menko LBP bahwa ANP maupun LIN tidak jadi dibangun pada lokasi yang direncanakan di Pulau Ambon, dengan alasan terdapat gunung berapi aktif dan di dasar laut,” kata Ana Latuconsina melalui rilis yang diterima TribunAmbon.com, Senin (14/3/2022).
Selain terdapat gunung berapi aktif, berdasarkan hasil penelitian juga membuktikan bahwa terdapat benda-benda bekas peninggalan perang dunia II.
Yang tentunya akan berpengaruh jika proyek itu tetap dibangun.
“Di rencana lokasi pembangunan juga terdapat penyebaran ranjau-ranjau dari sisa perang dunia II dan itu yang menjadi alasan lahan tersebut tidak bisa digunakan,” tandasnya.
Sebelumnya, LIN dan ANP telah digadang-gadang bakal menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dalam mensejahterakan masyarakat Maluku.
Warga setempat juga tengah berharap penuh untuk pemerintah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Turaya-Samal-pks-mal.jpg)