Kesehatan Kulit
Ramai Sayuran Dibuat Jus agar Kulit Sehat dan Bebas Jerawat, Ahli Nutrisi: Salah Kaprah
Menurut Tan, sayuran seperti pakcoy, kangkung, dan bayam yang biasa diolah dengan cara dimasak mengandung anti-nutrien tinggi.
TRIBUNAMBON.COM - Belakang ramai di sosial media, baik Twitter maupun TikTok banyak pengguna 'memamerkan' pembuatan jus dari sayur-sayuran.
Mereka mengeklaim bahwa, dengan membuat jus dari sayur-sayuran itu, dapat membuat kulit lebih sehat dan mampu menghilangkan jerawat.
Tak hanya itu, jus yang terbuat dari sayuran berwarna hijau seperti pakcoy, timun, nanas, dan lemon juga disebut dapat membuat lancar menstruasi hingga sembelit.
Penjelasan Dokter dan Ahli Nutrisi
Dokter dan ahli nutrisi dr Tan Shot Yen mengatakan, jus sayur adalah salah satu pengolahan sayuran yang keliru.
"Hmm, ini salah kaprah orang perlakukan sayur," kata Tan, dikutip dari Kompas.com, Senin (9/1/2023).
Baca juga: Waspada Efek Gula Berlebih Bisa Bikin Jerawat hingga Kanker
Tan menjelaskan, sayur yang secara normal dan wajar diolah dengan cara dimasak, maka sebaiknya tetap dimasak.
Sebab, proses memasak akan menghilangkan anti-nutrien dalam sayuran, sehingga penyerapan nutrisi oleh tubuh menjadi lebih baik.
Dia menerangkan, anti-nutrien adalah senyawa ilmiah pada tumbuhan yang digunakan tumbuhan sebagai perlindungan terhadap predator.
"Jadi, kalau mau dibilang semua sumber makanan kita ada anti-nutrien, itu benar banget," kata Tan.
Saat dikonsumsi, anti-nutrien bisa menghambat penyerapan zat gizi atau mineral, termasuk zat besi, seng, magnesium, dan kalsium.
Menurut Tan, sayuran seperti pakcoy, kangkung, dan bayam yang biasa diolah dengan cara dimasak mengandung anti-nutrien tinggi.
Sementara itu, timun dan tomat memiliki anti-nutrien kecil, sehingga wajar dikonsumsi sebagai lalap. "Itu pun bukan jus," tutur Tan.
Makan sayur harus dijadikan kenikmatan dan bukan siksaan
Agar nutrisi dalam sayuran dapat terserap tubuh secara optimal, Tan mengungkapkan beberapa cara salah mengonsumsi sayur yang biasa dilakukan masyarakat.
Pertama, masyarakat sering mengira bahwa sayuran yang dimasak sama dengan sayuran yang biasa dijadikan lalapan.
Padahal, memasak sayuran lalap bisa merusak antioksidan dan mineral yang peka terhadap suhu.
Sebaliknya, tidak memasak sayuran yang biasa dimasak akan membuat anti-nutrien tidak hilang dan menghambat penyerapan nutrisi.
"Sejalan dengan itu, maka ilmu smoothies dan jus (sayur) gugur," kata Tan.
Baca juga: Tak Hanya Sajikan Kuliner Enak, Nikmati Pemandangan dari Root Caffee Juga Dijamin Bikin Tenang
Kedua, masyarakat kerap menganggap sayur akan memberi keajaiban dan langsung membuat kulit bersih bebas jerawat maupun bentuk tubuh seperti yang diidam-idamkan dalam waktu singkat.
"Alam tidak bekerja dengan cara itu. Ilmu kodrat ada waktunya sendiri," ujar Tan.
Oleh karena itu, menurut Tan, jadikan makan sayur sebagai kenikmatan dan bukan siksaan hingga perlu dibuat cairan agar bisa ditenggak.
"Tak perlu lebay butuh mineral dan antioksidan banyak-banyak. Akhirnya toh dibuang lewat urine dan BAB," terangnya.
"Tren 'bule itu nggak semuanya benar. Ilmu praktis dan gaspol nggak nyambung di ranah kodrat. Izinkan pencernaan manusia bekerja apa adanya," tandas Tan.(*)
(Kompas.com / Diva Lufiana Putri / Sari Hardiyanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/buah-sayur.jpg)