Pengungsi Kariuw
Gubernur Maluku No Komen Pemulangan Pengungsi Kariuw
Ketika TribunAmbon.com mencoba menanyakan perihal Pengungsi Kariuw, Murad Ismail malah langsung masuk ke mobil dinas yang
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Ia mengakui, aksi penolakan terjadi karena tuntutan warga Pelauw yang menjadi syarat perdamaian kedua desa belum dipenuhi pemerintah.
“Karena tuntutan mereka (warga Pelauw) dalam rangka perdamaian itu belum terpenuhi, contoh seperti penyelesaian (ganti rugi) pohon cengkih yang ditebang dan lain sebagainya makanya mereka protes,” ungkapnya.
Polda Maluku telah mendorong pemerintah daerah agar segera menyelesaikan masalah yang menjadi tuntutan warga tersebut. “Kita dorong pemda agar segera itu diselesaikan,” ujarnya.
Saat ini, kondisi keamanan di Desa Kariuw sudah terkendali.
“Ya saat ini situasi sudah mulai baik, sudah terkendali,” katanya.
Sebelumnya, bentrok antara warga Desa Pelauw dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pecah pada Rabu (28/1/2022).
Akibat bentrokan itu, empat orang meninggal, salah satunya anggota polisi.
Bentrokan juga menyebabkan 211 rumah warga terbakar, 183 rumah lainnya rusak berat.
Selain itu, bangunan sekolah dasar dan puluhan kendaraan warga terbakar serta pohon cengkih ditebang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Gubernur-naik-mobil.jpg)