Breaking News:

Permohonan Maaf Kantor Bahasa Maluku soal Malam Puncak FTBI 2022, Sahril: Ini Murni Kesalahan Kami

Permohonan maaf ini pun disampaikan Kepala Kantor Bahasa Maluku, Sahril kepada pengunjung acara FTBI.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
Adjeng
Kantor Bahasa Muluku menyampaikan permohonan maaf atas tidak tampilnya para bintang tamu di acara puncak Festival Tunas Bahasa Ibu ( FTBI ) di Lapangan Merdeka, Sabtu (3/12/2022) malam, sesuai yang direncanakan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kantor Bahasa Muluku menyampaikan permohonan maaf atas tidak tampilnya para bintang tamu di acara puncak Festival Tunas Bahasa Ibu ( FTBI ) di Lapangan Merdeka, Sabtu (3/12/2022) malam, sesuai yang direncanakan.

Diketahui Justy Aldrin, Toton Caribo, Eben Acom, dan Ayuestar telah dipastikan akan tampil di acara FTBI 2022 itu.

Namun, masing-masing mereka hanya berkesempatan menyanyikan satu dari total tiga hingga enam lagu yang disepakati sebelumnya.

Hal ini membuat para fans yang memadati Lapangan Merdeka semalam berang

Permohonan maaf ini pun disampaikan Kepala Kantor Bahasa Maluku, Sahril kepada pengunjung acara FTBI.

"Kami mohon maaf. Kegagalan tampilnya bintang tamu secara penuh sesuai yang direncanakan telah membuat para pengunjung merasa kecewa," ucap Sahril dalam konfrensi pers di Aula LPMP, Minggu (4/12/2022) malam.

Baca juga: Penonton hingga Musisi Kecewa Polisi Hentikan Nyanyian Acom Talamburang di Festival Tunas Bahasa Ibu

Sahril pun mengakui, kejadian tersebut murni merupakan kekurangan pihaknya.

Demikian juga disampaikan Ketua Panitia FTBI, Arie Rumihin.

"Sebagai Ketua Panitia saya sadar betul banyak kekecewaan di masyarakat, khususnya penonton yang tadi malam hadir. Kami tidak bisa menampilkan seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat, sesuau dengan yang sudah disusun. Seharusnya bisa sesuai, tapi ternyata di beberapa bagian kami tidak mampu mengendalikan durasi kegiatannya, itu berdampak ke molornya acara," tambah Rumihin.

Dia sadar betul bahwa, seharusnya pihaknya lebih berani lagi dalam disiplin rundown acara, terutama saat panggung mereka diambil alih.

"Mungkin seharusnya di titik-titik situ kami harus lebih berani melakukan pemotongan dilompati gitu tapi kami gagal melakukan itu saya pikir ini bukan kesalahan teman-teman panitia lain itu murni adalah keputusan saya selaku Ketua Panitia FTBI," tuturnya.

Adapun FTBI ini merupakan tahapan Revitalisasi Bahasa Daerah yang diselenggarakan di tingkat provinsi.

Maluku menjadi salah satu dari 28 provinsi di Indonesia yang ditugaskan untuk untuk melestarikan bahasa daerah yang terancam punah.

Dari 11 kabupaten/kota di Maluku, tiga kabupaten yang menjadi target Revitalisasi Bahasa tersebut.
Yakni, Kabupaten Buru, Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Para siswa yang tampil di FTBI Tingkat Provinsi kemarin, merupakan peserta pemenang lomba di kabupaten masing-masing.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved