Breaking News:

Kasus Kekerasan

Miris, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Ambon Meningkat

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Masyarakat Desa ( DP3AMD ) Kota Ambon, Meggy Lekatompessy menyatakan hingga Agustus 2022, ter

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Ambon terus meningkat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Masyarakat Desa ( DP3AMD ) Kota Ambon, Meggy Lekatompessy menyatakan, hingga Agustus 2022, tercatat ada 24 kasus setubuh anak di bawah umur dan 15 kasus pencabulan.

Selain itu, ada 17 kasus kekerasan pada anak, 4 kasus penelantaran anak, dan 2 kasus perdagangan orang.

“Sementara untuk perebutan hak asuh, penganiayaan, bully, dan ITE masing-masing 1 kasus,” kata Meggy, Rabu (2/11/2022).

Sedangkan, dalam data kekerasan terhadap perempuan per Agustus 2022, ditemukan 13 kasus KDRT, 8 Kasus penelantaran, 4 kasus penganiyaan, 3 kasus kekerasan terhadap perempuan, 3 kasus pencurian.

Serta kasus pemerkosaan, pencemaran nama baik, perebutan hak asuh masing-masing 1 kasus.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengakui kasus kekerasan menimpa anak-anak dan dilakukan oleh orang-orang yang mestinya menjadi pelindung bagi anak-anak itu sendiri.

Baca juga: KDRT Mendominasi Kasus Kekerasan Perempuan Ambon Sejak 2017, Apa Penyebabnya?

“Banyak pelecehan seksual kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh ayah kandung, dilakukan oleh teman, dilakukan oleh tetangga, dilakukan oleh orang-orang yang selama ini mendampingi anak itu, tukang ojek yang mengantarnya ke sekolah, sopir dan seterusnya,” beber Wattimena.

Menurutnya, jika tindakan kekerasan terhadap anak sudah dilakukan oleh orang-orang yang mestinya menjadi pelindung mereka, maka ini sudah masuk pada situasi yang berbahaya.

“Sehingga berbagai hal yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan membangun komitmen untuk melindungi anak-anak mesti juga kita lakukan terhadap orang-orang yang ada di sekitar anak-anak itu sendiri,” imbuhnya.

Dirinya berharap, semua stakholder yang ada di kota ini dapat berperan untuk memberikan porsi yang lebih, agar minimal hak-hak anak dapat terpenuhi dan mereka tidak menjadi korban kekerasan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved